Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai darah ke otot-otot jantung menjadi terhambat oleh karena penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kalsium dan jaringan parut didalam arteri tersebut. Sedangkan otot jantung (miokardium) mendapat oksigen dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk memompa darah melalui arteri koroner.
Gangguan pada arteri koronaria merupakan masalah kesehatan yang paling lazim dan merupakan penyebab utama kematian di USA.
Walaupun data epidemiologi menunjukan perubahan resiko dan angka kematian penyakit ini tetap merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan untuk mengadakan upaya pencegahan dan penanganan.
Penyakit jantung iskemik banyak di alami oleh individu berusia yang berusia 40-70 tahun dengan angka kematian 20%.
Orang-orang yang beresiko tinggi dalam terserang penyakit jantung koroner adalah:
- Riwayat kesehatan keluarga penderita sakit jantung. Penderita penyakit jantung yang didiagnosis sebelum usia mereka memasuki 55 tahun pada ayah atau juga saudara laki-laki. Sedangkan pada penyakit jantung yang juga didiagnosa sebelum 65 tahun untuk ibu atau saudara perempuan.
- Usia lanjut yakni adalah usia yang semakin bertambah. Untuk laki-laki akan semakin meningkat setelah usia mereka 45 tahun. Sedangkan untuk wanita mengalami peningkatan setelah usia mereka 55 tahun.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
Jika plak belum mengganggu aliran darah, atau belum ada robekan plak, maka belum tentu ada gejala yang ditimbulkan. Namun, jika plak sudah cukup besar, maka gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:
- Nyeri dada atau ketidaknyamanan pada dada, nyeri ini bisa menjalar ke leher, rahang, bahu, dan tangan sisi kiri, punggung, perut sisi kiri (sering dianggap maag). Nyeri ini dapat ringan sampai dengan berat. Nyeri dada ini disebut dengan “anginaâ€.
Angina dapat bertahan selama beberapa menit. Jika plak belum menyumbat arteri koronaria secara total, maka angina akan mereda dengan sendirinya. Jika angina bertahan terus menerus, maka segera bawa diri Anda ke dokter.
- Keringat dingin, mual, muntah, atau mudah lelah.
- Irama denyut jantung yang tidak stabil (aritmia) bahkan bisa menyebabkan henti jantung (sudden cardiac arrest) yang bila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian.
Terapi Non Farmakologi Penyakit Jantung Koroner
Berikut adalah beberapa terapi untuk penderita jantung koroner:
- Minum Banyak Air Putih
Penderita penyakit jantung koroner akan lebih mudah terserang penyakit lainya, salah satu penyakit yang sering menyerang penderita adalah penyakit ginjal, agar penyakit ini tidak muncul, penderita lebih baik memperbanyak konsumsi air putih, agar kolesterol tidak menumpuk pada ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal, minumlah air minimal 10 gelas setiap hari.
Selain air berfungsi untuk mengurangi resiko penyakit ginjal pada penderita, dengan mengonsumsi air putih sebanyak-banyaknya akan membuat sistem imun menjadi meningkat.
- Buat Program Diet
Penimbunan kolesterol dalam pembuluh arteri terjadi karena penderita penyakit jantung koroner ini mengalami obesitas atau kegemukan, untuk mengatasi obesitas tersebut penderita harus membuat atau menjalani program diet, seperti berolahraga setiap hari, tidak makan-makanan berlemak tinggi, makan-makanan bergizi dan masih banyak lagi.
- Mengurangi Konsumsi Gula
Seseorang yang menderita penyakit jantung koroner tidak diperkenankan untuk memperbanyak konsumsi gula, karena akan mengakibatkan munculnya penyakit baru yakni diabetes. Penyakit diabetes ini akan mudah sekali muncul pada seseorang yang sedang mengidap penyakit jantung koroner. Jika terpaksa mengonsumsi gula, konsumsilah gula tebu yang rendah lemak atau alami.
- Hindari Kebiasaan Buruk
Penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang sebelumnya dilakukan penderita, seperti merokok, minum alkohol, minum berkafein tinggi dan masih banyak lagi. maka dari itu akan sangat penting apabila penderita menghindari kebiasaan buruk seperti itu, karena hal tersebut akan memicu timbunan kolesterol yang semakin tinggi didalam pembuluh arteri.



