Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Jantung Koroner?

Penyakit jantung koroner merupakan jenis penyakit yang paling umum dari penyakit jantung dan penyebab kematian tertinggi bagi pria maupun wanita di dunia. Sebuah data dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika menyebutkan penyakit ini telah membunuh lebih dari 370.000 orang setiap tahunnya.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung mengeras dan menyempit akibat penumpukan kolesterol dan zat lainnya atau lebih dikenal dengan plak. Ketika plak semakin menumpuk dan menyumbat aliran darah, jantung tidak mendapatkan pasokan darah, oksigen dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan jantung untuk berfungsi secara normal.

Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Usia. Memasuki usia 45 tahun bagi pria, merupakan usia kerentanan mereka dan harus segera mengambil langkah yang tepat untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Risiko akan meningkat pada wanita di atas 55 tahun atau wanita yang mengalami menopause dini

  1. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga

Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari kadar kolesterol yang tidak normal.

  1. Diabetes

Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya kadar gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.

  1. Kegemukan (obesitas)

Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung. Mengimbanginya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah tepatl yang dapat diambil.

  1. Stress

Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmia jantung yang membahayakan jiwa.

  1. Merokok

Para perokok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit jantung daripada bukan perokok.

  1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Waspadai jika Anda penderita hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Gejala Penyakit Jantung Koroner

- Nyeri yang berada di dalam dada, namun sering merasakan sakit kepala,

- Munculnya pembengkakan yang berada di perut,

- Merasa lelah, walaupun tidak melakukan aktifitas yang berat,

- Muncul keringat walaupun tidak melakukan berbagai aktifitas,

- Detak jantung yang kurang teratur,

- Merasa mual dan nafsu makan turut berkurang,

- Sesak nafas disertai dengan terengah-engah,

Diagnosis Penyakit Jantung

Dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, pola hidup, riwayat kesehatan keluarga, serta memeriksa kadar kolesterol Anda. Jika dokter mencurigai Anda mengidap penyakit jantung, ada beberapa langkah pemeriksaan yang akan Anda jalani untuk mengonfirmasi diagnosis seperti yang dijabarkan di bawah ini:

  1. Tes Darah

Ada dua jenis tes darah yang umumnya dilakukan, yakni tes kadar kolesterol dalam darah dan pemeriksaan enzim jantung. Pada tes kolesterol, Anda akan diminta untuk berpuasa setidaknya 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan agar hasil yang didapatkan lebih akurat.

Sebagai pelengkap pemeriksaan kadar kolestrol, serangkaian tes darah juga diperlukan untuk memantau kerja jantung, termasuk pemeriksaan enzim jantung untuk melihat adanya kerusakan pada otot organ tersebut.

  1. Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG)

Aktivitas listrik otot jantung dapat diperiksa melalui elektrokardiogram (EKG). Tetapi pemeriksaan ini saja belum cukup untuk menentukan apakah Anda mengidap penyakit jantung atau tidak. Hasil EKG yang tidak normal bisa mengindikasikan bahwa otot jantung tidak menerima cukup oksigen.

Selain dengan posisi tidur, pemeriksaan EKG juga ada yang dilakukan saat jantung pasien dipicu dengan berlari di atas treadmil. Tes ini disebut dengan tes latihan stres atau tes treadmil atau mengayuh sepeda statis. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi gejala angina.

  1. Angiografi Koroner atau Kateterisasi Jantung

Pemeriksaan ini dilakukan dengan penerapan bius lokal. Prosedur kateterisasi jantung meliputi:

- Penyuntikan tinta ke dalam arteri jantung melalui kateter.

- Memasukkan kateter sampai ke arteri jantung melalui kaki atau selangkangan.

Tujuan prosedur angiografi koroner ini adalah untuk memeriksa keberadaan serta tingkat keparahan penyempitan di dalam pembuluh darah jantung dan untuk memeriksa tekanan di dalam bilik jantung.

  1. CT dan MRI scan

Kedua pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk melihat kondisi lebih mendetail pada struktur jantung yang mungkin tidak nampak pada pemeriksaan menggunakan X-Ray.

  1. Pemeriksaan Ekokardiogram

Pemeriksaan yang sejenis dengan USG ini digunakan untuk melihat struktur, ketebalan dan gerak tiap denyut jantung hingga membentuk sebuah gambar jantung secara mendetail. Tes ini juga memeriksa tingkat kinerja jantung.

  1. Pemeriksaan X-Ray

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan X-Ray dada guna melihat kondisi jantung, paru-paru, dan dinding dada secara umum. Pada pemeriksaan ini, akan dapat dilihat apabila jantung mengalami pembesaran, atau apabila terdapat penumpukan cairan di paru-paru. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.

Pengobatan Jantung Koroner

Transplantasi jantung merupakan sebuah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat penyakit dari jantung pasien dengan cara menggantinya dengan jantung sehat dari organ hasil donor jantung. Untuk mengangkat jantung dari pendonor, dibutuhkan dua atau lebih dokter yang menyatakan otak pendonor telah mati.

Sebelum seseorang dapat menjadi salah satu daftar tunggu untuk transplantasi jantung, dokter akan menentukan terlebih dahulu penanganan terbaik yang tersedia untuk penderita gagal jantung.

Prosedur donor jantung secara umum

1. Menentukan donor jantung yang tepat.

Bukan perkara mudah dalam menentukan pendonor untuk donor jantung. Pada umumunya donor jantung berasal dari orang yang baru meninggal, seperti korban kecelakaan lalu lintas atau karena kerusakan otak dimana organ jantung masih berfungsi dengan baik.

2. Pengangkatan jantung dari pendonor ke penerima.

Perpindahan jantung dari pendonor kepenerima harus dilakukan maksimal dalam waktu 6 jam. Sulit atau tidaknya akan sangat bergantung pada riwayat kesehatan donor jantung yang akan diangkat.

3. Transplantasi jantung.

Proses transplantasi pada dasarnya untuk menyatukan pembuluh besar pada jantung ke pembuluh darah yang akan digunakan dalam proses mengalirkan darah keseluruh tubuh.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/