Data Terlengkap Penyakit Bronkitis Di Indonesia!

Penyakit bronkitis yang terlambat diketahui dan ditangani tentunya akan berdampak pada buruknya keadaan bronkitis seseorang. Bronkitis ringan yang mungkin diderita pada awal gejala dianggap sebagai penyakit sederhana, namun apabila gejala dari bronkitis ini dapat berlangsung lama, tentunya akan berdampak buruk dan terjadi komplikasi pada penyakit gangguan saluran pernapasan lainnya.

Penyakit Bronkitis Di Indonesia

Di Indonesia jumlah bronchitis menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga adalah 53% laki-laki dan 4% wanita. Diperkirakan didapatkan 30.000 kematian karena bronchitis setiap tahun.

Berdasarkan data statistik yang penulis peroleh dari Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, dapat dilaporkan bahwa jumlah pasien dengan bronchitis akut yang dirawat terhitung dari Januari 2010 sampai Desember 2010 sebanyak 37 ( 0,37 %) dari 9.988 pasien yang dirawat.

Sedangkan di bulan Januari 2011 sampai dengan Desember 2011 terdapat 47 (0,42%) penderita bronchitis dari 11.089 klien dan pada tahun 2012 terhitung dari bulan Januari sampai dengan Mei adalah sebanyak 33 (0,58%) dari 5683 klien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.

Penyebab yang paling sering adalah virus influenza, parainfluenza, adenovirus, serta rhinovirus. Bakteri yang sering menjadi penyebab adalah mycoplasma pneumonia, tetapi biasanya bukan merupakan infeksi primer. Penyakit ini biasanya sembuh dengan sendirinya, namun jika dilatarbelakangi oleh penyakit kronik seperti enfisema, bronchitis kronik, serta bronkiektasis, infeksi bakteri ini harus mendapat perhatian serius.

Gejala Penyakit Bronkitis

Berikut beberapa gejala dari penyakit bronkitis:

  1. Demam

Pada tahapan yang sudah tergolong cukup serius, penderita bronkitis akan mengalami gejala demam. Pada kondisi ini sistem kekebalan tubuh sedang diserang oleh peradangan atau inflamasi yang ada di dalam paru-paru.

Adapun tingkatan demam yang dimaksudkan di sini sangat bergantung pada tingkat keparahan bronkitis yang diderita oleh penderita. Apabila anda merasakan beberapa gejala seperti yang telah dijelaskan di atas disertai dengan demam yang tidak kunjung reda selama 3 hari maka sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan medis.

  1. Sakit Tenggorokan

Gejala sakit tenggorokan juga bisa menandakan adanya penyakit bronkitis pada seseorang. Sakit teggorokan ini sebenarnya muncul sebagai akibat dari seringnya penderita bronkitis batuk. Lama-kelamaan batuk akan menyebabkan tenggorokan mengalami peradangan hingga menyebabkan rasa nyeri ketika batuk dan juga ketika menelan.

Namun rasa sakit pada tenggorokan tersebut juga tidak selalu disebabkan oleh penyakit bronkitis. Bisa saja sakit tenggorokan tersebut terjadi karena seseorang menderita radang tenggorokan. Untuk itu, seseorang juga harus memperhatikan gejala lain ketika menderita sakit tenggorokan untuk memastikan apakah sakit tenggorokan tersebut disebabkan oleh bronkitis atau oleh penyakit lain.

  1. Nyeri Dada

Nyeri dada juga menjadi gejala bronkitis. Nyeri dada biasanya merupakan menjadi komplikasi yang muncul setelah seseorang mengalami gejala batuk secara terus-menerus. Selain itu, banyaknya cairan yang ada di paru-paru menjadi penyebab mengapa dada akan terasa nyeri.

Peradangan atau inflamasi yang ada di paru-paru juga menyebabkan dada terasa sakit atau nyeri. Dalam kasus yang tergolong sudah parah, nyeri bisa menyebar ke area lainnya di sekitar dada.

  1. Batuk

Bronkitis biasanya ditandai dengan gejala batuk kering. Namun tidak menutup kemungkinan bronkitis juga akan ditandai dengan gejala batuk berdahak di mana ketika penderita batuk akan disertai dengan keluarnya lendir berwarna kuning keabu-abuan, meskipun hal tersebut tidak selalu terjadi pada penderita bronkitis.

Batuk yang menandakan adanya penyakit bronkitis ini biasanya akan bertahan selama beberapa minggu hingga menyebabkan penderitanya merasakan nyeri pada dada dan juga perut. Adanya lendir ketika seorang penderita bronkitis batuk ialah karena paru-paru penderita telah mengalami infeksi dan radang sehingga menyebabkan produksi lendir di dalam paru menjadi berlebih.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/