Penyakit bronkitis adalah salah satu penyakit peradangan tenggorokan atau bronchus yang dapat di saluran udara ke dalam paru paru sehingga penyakit bronkitis ini sangat bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna dengan adanya penderita yang sudah memiliki penyakit menahun misalnya seperti penyakit jantung, penyakit paru paru, penyakit asma, penyakit daya tahan buruk (HIV, Aids, Bronkitis) maka semuanya dapat di rasakan dan dapat di campurkan dengan salah satu penyebab penyakit bronkitis.
Etiologi Penyakit Bronkitis
Merokok merupakan satu-satunya penyebab kausal yang terpenting. Peningkatan resiko mortalitas akibat bronkitis hampir berbanding lurus dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari.
Polusi udara yang terus menerus juga merupakan predisposisi infeksi rekuren karena polusi memperlambat aktivitas silia dan fagositosis. Zat-zat kimia yang dapat juga menyebabkan bronkitis adalah O2, N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.
Infeksi. Eksaserbasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah Hemophilus influenza dan streptococcus pneumonie dan organisme lain seperti Mycoplasma pneumonia.
Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah gangguan resesif yang terjadi pada sekitar 5% pasien emfisema (dan sekitar 20% dari kolestasis neonatorum) karena protein alfa-1 antitripsin ini memegang peranan penting dalam mencegah kerusakan alveoli oleh neutrofil elastase.
Terdapat hubungan dengan kelas sosial yang lebih rendah dan lingkungan industri banyak paparan debu, asap (asam kuat, amonia, klorin, hidrogen sufilda, sulfur dioksida dan bromin), gas-gas kimiawi akibat kerja.
Riwayat infeksi saluran napas
Infeksi saluran pernapasan bagian atas pada penderita bronkitis hampir selalu menyebabkan infeksi paru bagian bawah, serta menyebabkan kerusakan paru bertambah.
Gejala penyakit bronkitis biasanya ditandai dengan gejala umum seperti:
- Pipi yang terlihat juga menjadi agak kemerahan.
- Napas yang berat saat sedang menarik napas.
- Batuk berdahak (biasanya dahaknya akan berwarna seperti kemeraha atau juga kekuningan). Jika warna dahak sudah berwarna seperti ini lebih baik lakukan pemeriksaan ke dokter.
- Sesak nafas atau asma mendadak yang diderita saat Anda melakukan aktivitas fisik misalnya adalah melakukan olahraga atau melakukan aktivitas yang ringan.
- Menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas salah satunya adalah flu atau pilek.
- Wajah, telapak tangan dan juga selaput lendir yang warnanya menjadi agak kemerahan.
- Mudah mengalami kelelahan.
- Ciri-ciri penderita penyakit bronchitis adalah pembengkakan yang terjadi dibagian pergelangan kaki, kaki dan juga tungkai kiri serta kanan.
- Sakit kepala yang dirasakan serta terjadinya gangguan pada penglihatan.
Salah satu dari beberapa komplikasi pada penyakit bronkitis pada anak maupun dewasa yang sering kali terjadi adalah pneumonia. Bahkan menurut data kesehatan yang di dapatkan, terdapat sekitar 5% pengidap bronkitis yang mengalami masalah infeksi sekunder pada salah satu atau kedua paru-paru.
Pneumonia sendiri adalah satu infeksi yang menyerang kantong-kantong udara yang di kenal sebagai alveoli.
Selain mereka yang menderita bronkitis, mereka yang telah berusia lansia, memiliki kebiasaan merokok, menderita penyakit lain seperti jantung dan ginjal serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah pun memiliki resiko lebih tinggi memnderita penyakit pernapasan yang satu ini. Adapun gejala pneumonia yang patut anda waspadai adalah:
- Merasa tidak sehat.
- Mengalami demam.
- Kehilangan selera makan.
- Sakit dada.
- Denyut jantung yang cepat.
- Kesulitan napas.
- Bernapas pendek dan cepat meski sedang beristirahat.
- Panas dingin.



