Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat: 1,5 juta orang mengalami serangan jantung. 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
Penyakit Jantung Koroner ini juga banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding nadi koroner karena adanya endapan lemak dan kolesterol sehingga mengakibatkan suplai darah ke jantung menjadi terganggu.
Penyebab Jantung Koroner
Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam gaya hidup seseorang.
Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
- Diet kaya lemak
- Kolesterol dan Penyakit Arteri Koroner
- Merokok
- Malas berolah raga.
Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.
Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun.
Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner.
Merubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner.
Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko berikut:
- Merokok sigaret
- Tekanan darah tinggi
- Malas berolah raga
- Kadar trigliserida tinggi
- Keturunan
- Steroid pria (androgen).
- Kegemukan
Hubungan Penyakit Jantung Koroner Dengan Obesitas
Menurut penelitian yang terkait bahwa kegemukan ada kaitannya dengan jantung koroner itu di sebabkan beberapa kondisi seperti:
- Penyakit jantung koroner juga akan mengalami peningkatan sepuluh kali lebih banyak pada tubuh yang mengalami obesitas di bandingkan dengan seseorang yang memiliki tubuh standar
Hal ini karena pada seseorang yang memiliki kelebihan berat badan akan mempengaruhi beratnya kerja jantung dalam memompa darah untuk di alirkan ke seluruh tubuh.
- Obesitas yang di alami seseorang akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung khususnya jantung koroner
Hal ini karena perubahan aliran darah yang tertahan karena lemak yang tertimbun di dalam tubuh seseorang. Penimbunan lemak ini juga mengakibatkan kolesterol jahat akan semakin banyak tertimbun dan kolesterol baik mengalami penurunan.
- Pada sesorang yang mengalami gagal jantung biasanya akan terjadi sesak pada aliran pernafasan dan tungkai yang mulai menjadi bengkak
Selain itu fakta lain yang harus di ketahui karena kegemukan atau obesitas adalah menyempitnya pembuluh darah karena lemak dapat menaikkan tekanan darah yang menuju ke jantung. Jantung yang mengalami penebalan dan di tambah dengan kurangnya asupan oksigen akan mempengaruhi gagal jantung yang dapat di alami seseorang yang mengalami obesitas.
Mencegah Obesitas
Berikut adalah hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah obesitas
- Minum air putih
Banyak Minum Air Putih dan Kurangi Minuman Bersoda yang mengandung banyak gula (4 kaleng soda per minggu bisa membuat berat badan naik 0,5 kg). Sementara air putih membantu melarutkan lemak dalam tubuh.
- Hindari Camilan
Hindari Camilan Padat Kalori. Sudah saatnya Anda tahu bahwa gula yang terkandung dalam keripik kentang jauh lebih besar dari gula yang terkandung dalam sepiring nasi
- Makan serat
Perbanyak Serat Dari Buah dan Sayuran, yang akan melapisi dinding usus sehingga Anda akan lebih mudah cepat merasa kenyang.



