Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang hampir bagi semua orang merupakan penyakit yang sangat menakutkan karena ia bisa menghilangkan nyawa seseorang.
Akan tetapi sebelum ke penyebab penyakit jantung koroner ini, saya akan menjelaskan beberapa hal tentang jantung koroner.
Penyakit jantung koroner, atau yang disingkat dengan PJK adalah sebuah penyakit dimana kondisi dinding pembuluh darah pada jantung atau yang disebut dengan pembuluh darah arteri telah rusak. Hal ini karena pembuluh darah arteri terdapat plak yang kemudian menghalangi aliran darah menuju ke jantung dan menyebabkan jantung koroner.
Peristiwa tersebut disebut juga dengan arterioklerosis. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan penyakit jantung iskemik, penyakit jantung arteriosklerosis, atau penyakit arteri koroner dan merupakan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang bisa jadi sangat mematikan.
Orang-orang yang beresiko tinggi dalam terserang penyakit jantung koroner adalah:
- Riwayat kesehatan keluarga penderita sakit jantung
Penderita penyakit jantung yang didiagnosis sebelum usia mereka memasuki 55 tahun pada ayah atau juga saudara laki-laki. Sedangkan pada penyakit jantung yang juga didiagnosa sebelum 65 tahun untuk ibu atau saudara perempuan.
- Usia lanjut yakni adalah usia yang semakin bertambah
Untuk laki-laki akan semakin meningkat setelah usia mereka 45 tahun. Sedangkan untuk wanita mengalami peningkatan setelah usia mereka 55 tahun.
- Sleep apnea
Gangguan ini menyebabkan napas Anda berulangkali berhenti ketika Anda sedang tidur. Penurunan kadar oksigen darah yang terjadi secara tiba-tiba pada gangguan ini meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja sistem kardiovaskular, sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.
Resiko lain seperti:
- Perokok pasif
- Mereka yang menderita penyakit kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Penderita obesitas atau kelebihan berat badan
- Para pengidap diabetes
- Kurang mendapatkan waktu istirahat lebih lama.
Dampak Penyakit Jantung Koroner Terhadap Peredaran Darah
Dampak jantung koroner pada tekanan darah bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Timbunan plak yang terjadi membuat pembuluh darah menyempit sehingga menghambat kelancaran aliran darah.
Obat yang diberikan untuk mengatasi hal ini yaitu obat yang mampu menurunkan tekanan darah dan menurunkan kerja jantung yang terlalu berat juga ditambah obat yang mampu melancarkan aliran darah.
Dampak lainnya adalah penderita jantung koroner akan mengalami detak jantung yang tidak beraturan atau dalam istilah medis disebut aritmia. Detak jantung bisa tiba-tiba tinggi dan tiba-tiba rendah.
Pada level yang parah, bukan tidak mungkin hal itu akan menyebabkan terjadinya kondisi tidak sadar atau bahkan kematian. Gangguan detak jantung ini dapat terjadi sewaktu-waktu dan merupakan tanda peringatan penyakit jantung koroner.
Mengenai ritme detak jantung tersebut terdapat beberapa klasifikasi, yaitu yang disebut dengan sinus tachycardia (detak jantung yang cepat), sinus bradycardia (detak jantung lambat), ventricular tachycardia (detak jantung cepat dan tak beraturan di bagian bawah jantung), atau atrial fibrillation (getaran di bagian atas jantung).
Tidak hanya itu, penyakit jantung koroner juga bisa menyebabkan kerusakan di organ-organ lainnya. Ginjal dan liver biasanya yang mendapatkan efek buruk dari kerusakan di organ jantung tersebut.
Padahal, keduanya merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh. Ginjal punya fungsi untuk menyaring pembuangan dari darah. Begitupun dengan liver yang punya fungsi untuk menyarikan makanan yang kita makan.
Jika keduanya tidak mampu bekerja dengan normal, sudah jelas alamat buruk bagi tubuh sebab organ-organ penting telah kehilangan fungsinya dengan baik dan pasti akan menyebabkan terjadinya kekacauan dalam tubuh.



