Bronkitis kronis adalah penyakit non spesifik yang terutama mempengaruhi orang dewasa. Antara 10% dan 25% dari populasi orang dewasa 40 tahun atau lebih tua menderita bronkitis kronis, yang mengakibatkan substansial perawatan kesehatan dengan biaya yang tinggi dan kehilangan berat badan.
Penyakit ini begitu umum bahwa bronkitis akut dan bronchitis kronis eksaserbasi akut terdapat sekitar 14 juta kunjungan dokter per tahun di Amerika Serikat. Mirip dengan bronkitis akut kondisi dingin, iklim lembab dan adanya konsentrasi udara yang tinggi dengan zat asing dapat mendukung penyakit Bronkitis kronis. Ini terjadi lebih umum pada pria dibandingkan pada wanita.
Bronkitis kronis adalah hasil dari beberapa faktor: yang paling menonjol diantaranya merokok; ekspos terhadap debu kerja, asap, dan pencemaran lingkungan; dan infeksi bakteri (dan mungkin virus). Pengaruh masing-masing faktor dan lain-lain, baik sendiri atau dalam kombinasi, memberikan kontribusi untuk bronkitis kronis tidak diketahui.
Asap rokok adalah agen iritasi terkenal dan diyakini menjadi faktor dominan dalam etiologi bronchitis kronis. Studi dari paru-paru pada individu merokok dan tidak merokok individu jelas telah menunjukkan peningkatan yang substansial dalam jumlah makrofag alveolar, serta adanya peradangan bronkial, pada individu yang merokok.
Meskipun mayoritas pasien yang menderita bronkitis kronis memiliki merokok positif, tidak ada riwayat merokok dapat diidentifikasi dalam sebanyak 10% dari pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa ada iritasi saluran napas tambahan, baik sendiri atau lebih mungkin dalam kombinasi, bertanggung jawab untuk pathogenesis bronkitis kronis.
Bronkitis kronis ditandai dengan suatu gejala berupa keluarnya dahak yang berlebihan yang terjadi pada saluran pernapasan (bronchial tree). Biasanya hal ini terjadi secara terus menerus atau secara kronik dengan disertai batuk.
Penyakit bronkitis kronis ini biasnya terjadi sepanjang hari dan juga terjadi selama tidak kurang dari 3 bulan dalam sehatun dan juga hal ini berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Peluang resiko dari terjadinya penyakit bronkitis kronis bisa menyebabkan kanker paru, tuberkulosis, dan juga penyakit gagal jantung kongestif.
Penyebab Penyakit Bronkitis Kronis
- Sering merokok yang berlebihan.
- Sering menghirup debu kotor.
- Terkena polusi udara.
- Sering menghirup zat kimia berbahaya.
- Asap industri.
Ciri Penyakit Bronkitis Kronis
- Nafas pendek.
- Mengalami batuk berdahak atau batuk kering.
- Mengalami demam ringan dan bisa menggigil.
- Terasa sesak pada pernafasan.
- Dada terasa tidak nyaman.
- Terdapat lendir yang berwarna saat batuk.
- Mengalami kelelahan.
- Rasa gatal dan sakit tenggorokan.
Pencegahan Penyakit Bronkitis Kronis
Berikut pencegahan bronkitis kronis:
- Vaksin
Suntik vaksin juga salah satu upaya untuk pencegahan bronkitis kronis,sebab vaksin akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh melawan suatu penyakit tertentu, tergantung jenis vaksin yang dilakukan. Dan jika tidak ingin menderita bronkitis sebaiknya suntik vaksin, ada baiknya jika dilakukan sejak dini.
- Menjaga saluran pernapasan
Pencegahan bronkitis kronis yang efektif dilakukan juga ialah dengan menjaga saluran pernapasan. Virus rentan masuk pada bagian mulut dan juga hidung, sehingga menutupi dua bagian tersebut menggunakan masker penutup sangat dianjurkan terlebih di saat berada ditempat umum.
- Berhenti merokok
Melakukan pencegahan bronkitis kronis pun bisa dengan berhenti menggunakan rokok, sebab rokok akan menyebabkan saluran pernapasan rusak, baik menjadi perokok yang aktif atau pun perokok yang pasif sangat tidak baik. Berhenti merokok agar tidak akan memiliki masalah penyakit pernapasan seperti bronkitis.
Lakukan olahraga secara teratur juga untuk membantu tubuh melancarkan peredaran darah dan oksigen bisa mengalir dengan baik ke seluruh tubuh. Pencegahan bronkitis kronis akan lebih baik dilakukan sejak dini.
- Makanan yang sehat
Pencegahan bronkitis kronis bisa dengan menggunakan makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat bisa membantu untuk memberikan nutrisi ke tubuh, dan tubuh yang tercukupi kebutuhan nutrisi bisa menjaga daya tahan tubuh, karena itu makanan yang sehat setiap hari agar memelihara daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi.



