Darah rendah adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang sangat rendah sehingga darah tidak mampu mencapai ke organ otak. Jantungnya berdetak cepat, tetapi denyutnya sangatlah lemah sehingga darah tidak akan mampu naik ke otak dalam jumlah yang mencukupi.
Karena otak kita tidak akan mendapatkan darah yang cukup energi, kepala akan terasa pusing dan badan terasa lemah. Penderita golongan darah rendah akan cenderung mengantuk dan rata-rata penderita terlihat berwajah dan berkulit pucat.
Tekanan darah rendah atau hypotention atau lebih sering dikenal postural hypotention (lebih sering terjadi pada orang yang sedang berdiri atau sit-up). Biasanya tekanan darah dikendalikan seiring perubahan posisi tubuh, tetapi orang yang mengalami postural hypotention tidak bisa menjaga tekanan darahnya.
Postural hypotention dapat terjadi akibat konsumsi obat antidepresan atau obat antihipertensi (tekanan darah tinggi), dan sering terjadi pada orang yang mengalami Diabetes mellitus. Tekanan darah rendah yang akut terjadi akibat kejutan dan dapat disebabkan oleh luka yang serius seperti myocardial infraction (serangan jantung) atau kegagalan adrenalin.
Tekanan darah rendah yang sesungguhnya adalah jika seseorang selalu mengalami tekanan darah di bawah 120/80, sedangkan semua yang disebutkan pada alinea di atas bersifat sementara. Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah dapat dikatakan mengidap tekanan darah tinggi.
Jika tekanan sistoliknya (atas) meningkat setidaknya 20 mmHg dan tekanan diastoliknya (bawah) meningkat setidaknya 10mmHg, walaupun tekanan darahnya setelah peningkatan masih di bawah 140/90. Misalnya seseorang yang biasanya tekanan darah rendahnya 110/70, jika meningkat menjadi 130/80 sudah dikatakan mengidap penyakit tekanan darah tinggi.
Dampak Penyakit Tekanan Darah Rendah
Dampak buruk dari penyakit darah rendah ini adalah:
- Jantung berdebar
Bahaya akibat darah rendah berikutnya yang dapat muncul adalah dapat menyebabkan terjadinya jantung yang berdetak lebih cepat sehingga terasa berdebar. Tekanan darah yang rendah ini memaksa jantung untuk bekerja lebih cepat dan juga bekerja lebih kuat lagi, sehingga efeknya yang terasa adalah cepat lelah dan jantung berdebar-debar atau sering disebut “deg-deg anâ€.
- Menurunkan konsentrasi dan fokus
Bahaya akibat darah rendah berikutnya adalah dapat menurunkan konsentrasi dan juga fous dari seseorang. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi otak yang tidak mendapatkan pasokan dan juga suplai darah serta oksigen yang optimal sebagai akibat dari darah rendah.
Dengan menurunnya asupan oksigen dan juga darah ke otak, maka hal ini dapat menyebabkan konsentrasi dan juga fokus dari penderita darah rendah akan menurun.
- Mudah merasa lelah dan lemas
Selanjutnya, darah rendah juga dapat menyebabkan tubuh menjadi merasa sangat lemas dan juga mudah merasa lelah. Kondisi suplai darah yang tidak optimal, serta pasokan oksigen yang juga ikut menjadi berkurang merupakan penyebab utama dari munculnya rasa lemas dan juga lelah pada penderita darah rendah.
- Berpotensi menimbulkan gangguan pada organ tubuh lainnya
Bahaya akibat darah rendah lainnya yang dapat muncul adalah dapat menyebabkan munculnya gangguan pada organ-organ tubuh lainnya, seperti ginjal, hati, paru-paru dan otak.
Dalam jangka panjang, darah rendah dapat menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi organ, yang dapat menyebabkan gagal ginjal, jantung dan juga berbagai organ penting lainnya. Malahan kemungkinan terberatnya dapat menyebabkan kematian bagai penderitanya.
- Sirkulasi darah yang buruk dan tidak optimal
Darah rendah juga dapat menyebabkan bahaya lainnya berupa sirkulasi darah yang menjadi buruk dan juga tidak optimal, sehingga menyebabkan tidak lancarnya sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang tidak lancar ini paling tidak dapat menyebabkan menurunnya daya tahan dan juga imunitas tubuh ada, sehingga mudah terserang berbagai macam penyakit, baik ringan hingga berat.
- Pingsan
Bahaya dari darah rendah salah satunya adalah pingsan dan hal ini merupakan yang tak terduga. Kondisi ini cukup buruk karena ketika anda sedang berada di luar dan merasa benar-benar pusing, mata buram, nafas cepat atau malah sesak nafas, ini bisa kemudian berlanjut pada kondisi pingsan.
Karena darah bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, ketika tekanannya rendah, pasokan oksigen pun ikut menurun. Oleh karena itu, anda bisa mencoba untuk mencegahnya lebih dulu dengan pergi ke dokter. Atau, hindari makanan-makanan penurun tekanan darah bila memang tekanan darah sudah pada level yang rendah.
- Kulit Pucat
Tekanan darah yang rendah bisa mengakibatkan kulit kelihatan pucat dan bahaya ini terjadi karena suplai darah serta oksigen yang kurang. Kulit tubuh bisa menjadi pucat yang biasanya disertai pula dengan kondisi tubuh berkeringat dingin. Sebelum bahaya ini terjadi pada anda, cek segera tekanan darah dan tingkatkan tekanannya bila memang pada level yang teramat rendah.
- Pusing
Bahaya akibat darah rendah yang kedua adalah dapat menyebabkan terjadinya kepala sering pusing dan kepala sering pusing dan sakit kepala pada penderitanya. Pusing dan juga sakit kepala ini dapat terjadi karena pasokan dan juga asupan darah serta oksigen yang menuju ke otak menjadi sangat sedikit dan juga berkurang drastis, sehingga otak menjadi sulit bekerja.
Dampaknya adalah dapat menyebabkan munculnya rasa pusing dan juga sakit kepala pada penderita hipotensi atau darah rendah.



