TBC adalah singkatan dari Tuberkulosis, merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini telah membunuh lebih dari 2 juta orang per tahun. Sebagian besar kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Fakta yang mengejutkan, bahwa sekitar sepertiga populasi dunia terinfeksi TBC. Namun, sebagian besar tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit karena tidak ada gejala sama sekali atau mungkin terjadi dengan ringan ataupun samar-samar.
Inilah yang disebut dengan penyakit TBC laten, pada orang-orang ini, bakteri tidak aktif (laten) dan tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Jika sistem kekebalan tubuh melemah, maka TBC dapat menjadi aktif dan menimbulkan penyakit TBC dengan segala gejalanya.
Gejala Tuberkulosis
Tuberkulosis memiliki gejala-gejala klasik yang umumnya berupa:
- Kelelahan.
- Demam dan menggigil.
- Batuk yang mengeluarkan darah.
- Berkeringat secara berlebihan pada malam hari.
- Batuk-batuk yang bisa menjadi batuk berdahak. Batuk ini berlangsung selama 21 hari atau lebih.
Risiko Komplikasi Tuberkulosis
Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
- Meningitis.
- Kerusakan sendi.
- Nyeri tulang punggung.
- Gangguan hati, ginjal, atau jantung.
Tumbuhan Obat Penyakit TBC
Bambu tali ( asparagus cochinchinensis ) dapat mengobati tbc dan kanker termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper.
Dalam pertumbuhannya, rebung tersebut akan berubah menjadi tanaman bambu lengkap dalam waktu 2-4 bulan. Sehingga, ketika kita akan memanfaatkan rebung tersebut sebagai bahan sayuran, sebaiknya melakukan panen rebung sebelum tumbuhan tersebut berubah menjadi tanaman bambu dewasa. Karena biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa.
Masyarakat khususnya di pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda.
Senyawa utama di dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91%. Disamping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Kandungan kalium yang terdapat pada rebung cukup tinggi.
Kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400 mg, sehingga dapat mengurangi risiko stroke.
Sifat Kimiawi
Tumbuhan ini yang sudah diketahui antara lain Saponin, Aglycene, Protosarsapogenin, Asparagine, Glukose, Fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, Beta-sitosterol
Efek Farmakologis
Dalam farmakologis cina dan pengobatan tradisonal lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat rasa manis, pahit, dingin.membersihkan dan mengobati paru2, mengobati ginjal, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik, dan anti piretik.
Bagian yang di gunakan Daun Bambu dan Rebung ( Tunas Bambu Muda )
- Rebung: Bagian tanaman yang digunakan: umbi segar atau yang dikeringkan.
Ramuan Bambu Untuk Penyakit TBC
Batuk, Batuk darah, TBC paru, Sakit kerongkongan, Muntah darah, Rasa haus, keringat malam, Kencing manis, Susah buang air besar, Demam dapat disembuhkan dengan ramuan bamboo ini.
Cara Meramu: 20 – 30 gram umbi kering untuk Rebung segar 70 – 90 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum dalam keadaan hangat-hangat. Bila perlu diminum sehari dua kali sampai sembuh.
- Daun Bambu: mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, daun bambu tidak mempunyai efek samping dan bebas racun.
Selama ini, bagian tanaman bambu yang disering dimanfaatkan adalah batangnya. Daun dan bagian lainnya cuma jadi limbah. Berbeda dengan yang berlaku di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, daun bambu justru memiliki sejarah pengobatan dan pangan yang panjang.
Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol,Memperbaiki Fungsi Trombosit
Cara Meramu:
Cara 1: Ambil segenggam Daun Bambu Tali yang masih muda cuci bersih lalu di rebus dengan air 4 gelas tinggal sisa 2 gelas lalu saring minum 2X sehari
Cara 2: Ambil segenggam Daun Bambu tali yang masih muda dan 3 lembar daun Tapak Liman cuci bersih lalu di rebus dengan air 4 gelas tinggal sisa 2 gelas lalu saring minum 2X sehari



