Penyakit jantung koroner dapat dikelola secara efektif dengan kombinasi perubahan gaya hidup, obat-obatan dan, dalam beberapa kasus, operasi. Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit jantung koroner dapat dikurangi dan fungsi jantung dapat meningkat.
Tipe Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung.
Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun.
Kondisi seperti ini bisa membuat cairan menumpuk di dalam paru-paru sehingga penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Kasus ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Adapaun hal berikut ini adalah penyebab dari penyakit jantung koroner:
- Protein C-reaktif
Protein C-reaktif (CRP) adalah protein normal yang muncul dalam jumlah besar ketika terdapat pembengkakkan di tubuh Anda. Kadar CRP tinggi dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung. Diperkirakan bahwa ketika terjadi penyempitan arteri koroner, akan terdapat lebih banyak CRP dalam darah.
- Fibrinogen
Fibrinogen adalah protein dalam darah Anda yang memiliki peran utama dalam proses pembekuan darah. Namun, terlalu banyak fibrinogen dalam darah dapat meningkatkan laju penggumpalan trombosit, tipe sel darah yang sebagian besar bertanggung jawab untuk pembekuan darah.
Hal tersebut menyebabkan terbentuknya bekuan darah dalam arteri, mendorong timbulnya serangan jantung atau stroke. Fibrinogen juga dapat menjadi indikator inflamasi yang menyertai aterosklerosis.
- Polusi Lingkungan
Sebaik apapun anda bisa menjaga tubuh anda, tapi jika anda tidak bisa menjaga lingkungan anda, maka lingkungan juga akan merugikan anda. Polusi lingkungan yang menyebabkan radikal bebas bisa menyebabkan penyakit jantung koroner.
Maka dari itu, menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan terbebas dari polusi udara dan polusi lingkungan yang lain adalah salah satu cara untuk terhindar dari penyakit jantung koroner tersebut.
Selain pola hidup yang buruk, lemak yang muncul juga karena pola hidup yang buruk bisa menyebabkan anda terkena serangan penyakit jantung koroner ini. Hal ini karena lemak yang terlalu berlebihan mengakibatkan aliran darah ke jantung tidak bisa maksimal.
Lemak biasanya menghambat peredaran darah jika kadarnya dalam tubuh terlalu banyak. Yang membahayakan adalah ketika terjadi penimbunan lemak pada pembuluh darah arteri yang disebut dengan ateroklerosis. Beberapa hal yang menyebabkan aterokleorosis ini antara lain;
- merokok
- diabetes
- kolesterol tinggi
- darah tinggi.
Jika lemak yang semakin banyak itu semakin menggumpal di pembuluh darah arteri, maka bisa jadi si individu akan terkena serangan jantung mendadak atau yang lebih parah adalah gagal jantung yang bisa menyebabkan kematian.
Kebiasaan merokok dapat membuat anda terkena serangan jantung. Hal ini karena dalam rokok terdapat zat yang bisa membuat pembuluh darah koroner anda menyempit atau tersumbat. Selain itu asap rokok merupakan salah satu radikal bebas yang menyebabkan penyakit jantung koroner ini. Karena itu,bukan hanya perokok aktif yang bisa terkena penyakit jantung koroner tapi juga perokok pasif.
Seperti yang sudah saya bilang di bagian lemak, bahwa diabetes merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner ini. Hal ini karena diabetes merupakan kondisi dimana tubuh anda memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi. Hal ini juga mampu menyebabkan anda terkena seranga penyakit jantung koroner.



