Ternyata Komplikasi Penyakit Tuberkulosis Sangatlah Berbahaya!

Mycobacterium Tuberculosis merupakan bakteri penyebab tuberkulosis, sebuah penyakit yang cukup sering ditemui di Indonesia.

Umumnya bakteri Mycobacterium Tuberculosis menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang organ lain seperti ginjal, tulang belakang, kelenjar getah bening, usus dan otak. Tuberkulosis dapat menyerang kelenjar getah bening dan aliran darah pada organ dalam tubuh manusia.

Penularan penyakit tuberkulosis ditularkan melalui udara (droplet nuclei) saat seorang pasien Tuberkulosis batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri terhirup oleh orang lain saat bernapas.

Sumber penularan adalah pasien tuberkulosis paru BTA positif, bila penderita batuk, bersin atau berbicara saat berhadapan dengan orang lain, basil tuberkulosis tersembur dan terhisap ke dalam paru orang sehat.

Dan bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui peredaran darah pembuluh limfe atau langsung ke organ terdekat. Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Masa inkubasinya selama 3-6 bulan.

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan karena virus atau bakteri, virus atau bakteri ini merupakan bakteri yang sangat kuat dan memerlukan waktu yang lama untuk menghilangkannya.

Gejala paling umum penyakit tuberkulosis adalah biasanya penderita penyakit tuberkulosis akan mengalami batuk terus menerus dan berdahak, berikut ada beberapa gejala penyakit tuberkulosis:

- Demam atau meriang lebih dari satu bulan.

- Mengalami sesak napas dan nyeri pada dada.

- Dahak yang bercampur darah atau batuk berdarah.

- Badan lemah dan lesu.

- Mengalami penurunan berat badan.

- Kelelahan.

- Berkeringan pada malam hari tanpa sebab yang jelas.

Komplikasi Penyakit Tuberkulosis

Beberapa komplikasi yang sering ditemukan pada pasien tuberkulosis antara lain:

  1. Gangguan mata

Ciri-ciri mata yang sudah terinfeksi tuberkulosis adalah berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan membengkak di retina atau bagian lain.

  1. Resistensi kuman

Pengobatan dalam jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus obat karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat.

  1. Kerusakan tulang dan sendi

Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga juga bisa terinfeksi dan memicu nyeri di bagian tersebut.

  1. Kerusakan otak

Kuman tuberkulosis yang menyebar hingga ke otak bisa menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak. Radang tersebut memicu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak dan seringkali berakibat fatal atau mematikan.

  1. Kerusakan hati dan ginjal

Hati dan ginjal membantu menyaring pengotor yang ada adi aliran darah. Fungsi ini akan mengalami kegagalan apabila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman tuberkulosis.

  1. Kerusakan jantung

Jaringan di sekitar jantung juga bisa terinfeksi oleh kuman tuberkulosis. Akibatnya bisa terjadi cardiac tamponade, atau peradangan dan penumpukan cairan yang membuat jantung jadi tidak efektif dalam memompa darah dan akibatnya bisa sangat fatal.

Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Kepada Orang Lain

Jika anda mengidap penyakit tuberkulosis maka ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan supaya anda tidak menularkan penyakit tersebut kepada orang lain di sekitar anda:

  1. Menyendiri atau mendapatkan perawatan di ruang khusus

Untuk sementara tinggalah di rumah saja dan hindari keluar rumah. Tidur di kamar seorang diri sampai setidaknya anda sudah mendapatkan pengobatan yang optimal. Atau bisa juga menjalani perawatan intensif di ruang khusus rumah sakit dimana penderita tuberkulosis dihindarkan dengan pasien yang lainnya.

  1. Menggunakan masker

Selalu gunakan masker, jika anda batuk dan bersin sebaiknya tutupi dengan menggunakan lengan bagian dalam karena bagian tersebut jarang digunakan untuk melakukan interaksi dibandingkan dengan bagian telapak tangan.

  1. Ventilasi udara yang baik

Selalu usahakan untuk menggunakan ventilasi yang baik supaya udara lebih segar dan bisa keluar masuk ke dalam ruangan.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/