Diare adalah keadaan dimana tekstur tinja berubah menjadi lebih encer dan lembek serta berbau lebih menyengat, dan hal itu terjadi dengan intensitas sering minimal empat kali dalam sehari semalam. Diare sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, namun gejala yang menunjukan reaksi ada yang salah dengan tubuh kita.
Seseorang yang mengalami gejala diare biasanya akan merasakan mulas yang amat sangat pada perut. Dan karena intensitasnya yang sering, maka dapat menyebabkan tubuh seseorang kehilangan cairan hingga tubuh akan melemas. Dan apabila hal itu dibiarkan saja, dapat berakibat fatal.
Gejala diare sendiri terjadi karena adanya infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri dari makanan atau minuman yang kita konsumsi atau juga dari benda-benda yang kita sentuh yang terdeteksi kuman.
Fakta Tentang Diare
Fakta dari penyakit diare yaitu:
- Diare merupakan peningkatan frekuensi buang air besar, peningkatan longgarnya tinja. Seseorang yang terkena diare akan mengalami BAB yang berlebihan dan akan banyak kehilangan cairan tubuh.
- Diare dapat diobati dengan absorben (yang menyerap air), obat anti-motilitas dan senyawa bismuth.
- Diare disebabkan oleh peningkatan sekresi cairan ke dalam usus, mengurangi penyerapan cairan dari usus atau bagian tinja melalui usus.
- Diare dapat berupa akut atau kronis, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda dan perawatan.
Penyebab Penyakit Diare
Penyebab diare seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu penyebab diare adalah infeksi, namun ada juga penyebab lainnya, ringkasnya sebagai berikut:
- Kekurangan gizi
Anak-anak yang kekurangan gizi akan lebih berisiko tinggi terkena diare, dan diare itu akan menyebabkan gejala yang lebih buruk bagi mereka. Karena setiap terkena diare, maka sudah pasti akan membuat mereka kekurangan gizi yang lebih buruk. Maka tak heran bahwa gizi buruk pada anak balita paling sering disebankn oleh diare kronis.
- Penyebab diare lainnya
Penyakit diare juga dapat menyebar dari orang ke orang, diperburuk oleh kebersihan pribadi yang buruk. Makanan merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis. Air dapat mengkontaminasi makanan selama pencucian. Ikan dan seafood dari air yang tercemar juga dapat menyebabkan diare.
- Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasite
Sumber penyebaran diare paling sering memalui air yang terkontaminasi tinja atau kotoran. Dengan demikian infeksi diare lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang kurang memdai, baik untuk minum, memasak dan mencuci (terutama peralatan makan). Rotavirus dan Bakteri Escherichia coli merupakan dua agen penyebab diare yang paling sering di negara berkembang.
Gejala Penyakit Diare
Gejala diare yang di alami penderita dapat berbeda-beda tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Penderita diare ada yang hanya merasakan rasa sakit pada perut singkat dan kotoran yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dan tinja yang sangat encer.
Pada Penderita yang parah kemungkinan juga akan mengalami demam tinggi, selain itu juga penderita diare juga akan mengalami kembung, berat badan yang turun.
Mengapa Diare Berkembang?
Tinja penderita akan mengalami frekuensi buang air besar yang meningkat dan tinja yang di hasilkan umumnya encer yang di sebabkan oleh peningkatan air dalam tinja. Selama pencernaan, makanan yang tidak dicerna mencapai usus kecil dan usus besar yang lebih rendah dalam bentuk cair. Semakin rendah usus kecil dan usus besar akan banyak menyerap air.
Jumlah peningkatan air dalam tinja dapat terjadi jika lambung atau usus kecil mengeluarkan terlalu banyak cairan sehingga menyebabkan tinja lebih encer.
Penularan Penyakit Diare
Penyakit diare dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa, bahkan lansia sekalipun. Berikut adalah penularan dari penyakit diare:
- Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan/ apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
- Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.


