Penyakit TBC adalah penyakit menular yang ditandai dengan gejala batuk tidak sembuh-sembuh yang disebabkan oleh bakteri. Selain menyerang paru-paru, penyakit TBC juga dapat menyerang organ tubuh yang lain. Penyakit TBC disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.
Infeksi kuman (bakteri) tuberkulosis dari seorang yang menderita TBC terhadap oarang lain ditentukan oleh banyaknya jumlah kuman (bakteri) yang bersarang di dalam paru-paru penderita.
Sumber penyebaran penularan TBC di udara bisa berasal dari dahak yang berupa doplet yang keluar disaat penderita batuk atau bersin. Banyaknya kuman (bakteri) pada paru-paru penderita penyakit TBC dapat diperiksa dan dilihat melalui mikroskop yaitu pada pemeriksaan dahaknya.
Penyebab Penyakit TBC
Kira-kira apa penyebab TBC itu? Apa yang membuat seseorang bisa terkena penyakit TBC? Pada dasarnya, penyakit TBC disebabkanoleh bakteri mycobacterium tuberculosis, sejenis bakteri kecil berbentuk tongkat.
Bakteri ini memiliki ukuran yang super kecil, dimana dapat hidup di ujung sebuah jarum dalam jumlah ribuan. Bakteri-bakteri kecil dan ulet ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang mau membinasakannya.
Selama ini orang mengetahui bahwa TBC hanya menyerang bagian paru-paru saja, padahal bakteri TBC dapat menyerang seluruh bagian tubuh kita, memang kalau secara umum bagian paru-paru adalah yang paling sering dijangkiti.
Bakteri ini bisa hidup pada tempat yang sejuk serta gelap berbulan-bulan lamanya, sanga menyukai tempat-tempat lembab, namun bakteri-bakteri ini juga dapat bertahan hidup di tempat yang kering cukup lama, namun mereka akan mati bila terkena cahaya matahari atau panas.
TBC bisa menular, penulan TBC biasanya melalui batuk atau bersin seseorang yang kemudian melalui butiran-butiran debu atau air akan berterbangan di udara dan terhirup oleh orang sehat, jika daya tahan tubuh orang sehat tersebut sedang lemah, maka bakteri ini akan dengan mudahnya menaklukan inang baru tersebut.
Orang yang sudah terkena TBC bila batuk, maka ribuan bibik bakteri sudah tebarkannya ke udara. Bakteri ini juga dapat menular melalui mulut serta ciuman, tidak hanya itu saja, pemakaian alat makan bersama atau pakaian bersama juga bisa menjadi media penularan penyakit TBC.
Bila bakteri TBC telah masuk ke paru-paru, pertempuran sengit antara sistem pertahanan tubuh dan bakteri TBC segera terjadi. Sel-sel darah putih akan segera mengepung bakteri-bakteri itu, dan menelannya.
Namun, karena bakteri TBC terlindungi oleh lapisan lilin, kebanyakan dari bakteri-bakteri itu akan tetap hidup. Lalu sel-sel darah putih yang lebih besar masuk, dan mendirikan suatu “tembok pertahanan†untuk melawan penyerang-penyerang itu. Inilah yang mengakibatkan munculnya tuberkel atau benjolan kecil.
Di dalam tuberkel itu, bakteri TBC mungkin akan hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi benjolan itu akan lenyap, dan menimbulkan sebuah lubang. Kumpulan jaringan parut yang cukup besar mungkin akan terbentuk di sekeliling bagian-bagian ini.
Ini akan menghalangi aliran darah dan mengganggu fungsi paru-paru. Kalsium dan kapur mungkin juga menumpuk di dalam jaringan -jaringan ini dan juga di dalam kelenjar limfe disekitarnya sehingga membuat organ-organ itu tidak berfungsi lagi.
Lama Waktu Pasien Dapat Bertahan Hidup
Pertahanan tubuh seseorang sangat berpengaruh terhadap daya hidupnya melawan bakteri tersebut. Jika daya tahan tubuhnya tinggi, dan bakteri yang menyerang tidak terlalu banyak, ia mungkin akan sembuh dengan cepat.
Namun jika daya tahannya rendah karena kurangnya mengonsumsi makanan sehat, bekerja terlalu keras atau karena kebiasaan hidup yang tidak teratur, maka ia akan kalah di pertempuran itu. Hal ini lebih sering terjadi jika seseorang itu hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan banyak berhubungan dengan orang-orang yang menderita TBC.
Makanan dan air yang sudah terkena kotoran mungkin juga menjadi penyebab menyebarnya bakteri TBC. Orang-orang yang meminum susu segar yang belum dimasak bisa jadi juga akan menanggung risiko ini, karena bisa saja ada bakteri TBC di dalamnya.
Sekali saja bakteri-bakteri TBC ini menemukan tempat hidup di dalam tubuh, maka akan sukar sekali untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, penyakit ini harus dicegah sedapat mungkin.
Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit TBC:
- Pertama sistem imunitas tubuh.
- Lingkungan yang kotor sehingga kemungkinan penularan dan penyebaran bakteri menjadi lebih besar.
- Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tumbuh menjadi agresif.
Pengobatan Penyakit TBC
Ada banyak sekali obat TBC yang bisa anda konsumsi, tentu harus menurut resep dokter. Obat TBC sendiri terbagi atas 2 kelompok, yaitu obat primer dan sekunder. Untuk obat TBC primer yaitu isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini.
Obat TBC sekunder yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita.
Jika penderita TBC mendapatkan pertolongan dalam waktu yang relatif cepat maka biasanya akan cepat untuk disembuhkan, namun secara umum penderita TBC bisa sembuh total dalam waktu 6 bulan setelah mengkonsumsi obat-obatan primer setiap hari.
Tentu saja dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli obat-obatan tersebut. Kabar baiknya, pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan gratis.



