Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi pada pada paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC menyerang bagian tubuh manapun, namun yang paling sering adalah paru-paru.
Penderita yang terinfeksi bakteri TB biasanya tidak akan menunjukkan gejala apapun. Sistem kekebalan tubuh akan secara alami membunuh kuman atau bakteri jahat dalam tubuh. Tetapi, bakteri ini dapat berkembang menjadi TB aktif jika sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Orang dengan tingkat kekebalan yang rendah (seperti bayi dan anak-anak) akan lebih mudah terserang virus TB.
TBC merupakan singkatan dari Tubercolosis, yaitu sebuah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit TBC juga sering disingkat dengan TB saja.
TBC paling umum menyerang paru-paru manusia namun bisa juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti tulang kulit maupun kelenjar. Saat ini TBC menjadi penyakit yang paling menular nomor dua setelah penyakit HIV. Penyakit TBC juga merupakan penyakit mematikan bila tidak segera ditangani.
Penyebab Penyakit TBC
Infeksi yang terjadi dari mycobacterium tubercolosis memang sangat menular karena itulah penyakit TBC menjadi penyakit menular yang sangat cepat. Jenis mycobacterium lain seperti mycobacterium bovis hanya menginfeksi pada sapi, sementara mycobacterium avium banyak terjadi pada penderita HIV/AIDS. Berikut ini beberapa hal yang bisa dikenali dari mycobacterium tubercolosis penyebab TBC:
- Mycobacterium tubercolosis adalah jenis bakteri yang berbentuk batang dengan ukuran sekitar 2-4 micrometer. Ukuran lebar bakteri mycobacterium tubercolocis mencapai 0,2 hingga 0,5 micrometer
- Bersifat aerob obligat karena itu selalu menginfeksi pada bagian paru-paru
- Memiliki waktu generasi yang sangat lambat sekitar 15 hingga 20 jam
- Bersifat parasit intraseluler fakultatif
- Rantai sel bakteri memiliki tali dengan bentuk yang sangat khas
- Tidak termasuk dalam gram positif maupun gram negatiF, sehingga tidak memiliki karakteristik kimia.
Gejala Penyakit TBC
Tanda tanda dan gejala penyakit TBC aktif meliputi:
- Batuk Berdarah
- Batuk yang tak kunjung berhenti selama tiga minggu bahkan lebih
- Terasa nyeri pada bagian dada, atau rasa sakit pada saat bernapas atau batuk
- Mengalami penurunan berat badan
- Mudah merasa lelah
- Demam tinggi
- Keringat dingin di malam hari
- Menggigil
- Nafsu makan menjadi hilang.
Penyakit tuberkolosis dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya seperti tulang belakang, ginjal ataupun otak. Ketika terjadi di luar organ paru paru maka tanda dan gejala bervariasi sesuai dengan organ tubuh yang terkena.
Apabila tuberkolosis terjadi pada tulang belakang maka dapat menyebabkan gejala rasa nyeri pada punggung, dan tuberkolosis yang terjadi pada ginjal dapat mengakibatkan adanya darah pada urin Anda
Pencegahan Penyakit TBC
- Berpikir Positif
Berpola pikir positif sehingga terhindar dari stres yang dapat dengan mudah menurunkan daya tahan tubuh
- Makan yang Baik dan Benar
Makanan hendaknya menjadi obat bagi tubuh sehingga kemungkinan terjadi malnutrisi dapat dihindari
- Olahraga Secara Rutin dan Teratur
Aktivitas ini akan memperlancar aliran darah di dalam tubuh sehingga seluruh jaringan tubuh mendapatkan cukup makanan. Hal ini juga akan menjadikan kita sehat dan terhindar dari malnutrisi
- Mendapat Sinar Matahari
Cukup mendapatkan sinar matahari dan udara segar. Perlu diketahui, penderita TBC sangat memerlukan oksigen akibat rusaknya jaringan paru-paru
- Menjaga Fungsi Organ Pembuangan
Menjaga lancarnya fungsi organ pembuangan, yakni usus besar, ginjal, paru-paru, kulit, dan saluran getah bening, agar proses pembuangan racun bisa berjalan dengan baik dan sempurna.
Di samping itu, kita harus menjaga hati agar fungsi detoksifikasi berjalan dengan baik, makan makanan yang benar, yakni makanan yang bersifat tidak meracuni sel-sel hati, serta tidak minum-minuman beralkohol



