Lupus Eritematosus Sistemik atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dalam bahasa Inggiris adalah jenis lupus yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus.
Penyakit ini dapat berwujud / bermanifestasi dengan sangat beragam karena ia dapat menyerang berbagai organ tubuh, sehingga manifestasinya juga sesuai dengan organ tubuh mana saja yang terkena, tentunya dengan tingkat berat penyakit yang beragam ada yang hanya muncul dengan gejala ringan, sedang, sampai berat bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berbagai sistem organ yang dapat terserang lupus:
- Darah
- Ginjal
- Kulit
- Saraf
- Kelainan imunologik
- Sendi, tulang dan otot
- Jantung dan paru
- berbagai radang selaput tubuh
- kelainan pada selaput lendir mulut
Penyakit ini juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus daam istilah kedokteran. Penyakit ini menyerang sistem imun pada tubuh manusia. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit lain seperti HIV atau kanker. Begitupun dengan cara penularan lupus.
Seseorang yang terkena penyakit lupus akan menjadi overacting pada berbagai macam rangsangan yang datang, baik dari luar maupun dalam tubuh. Akibatnya tubuh akan merespon dengan memproduksi antibodi atau zat kekebalan yang justru melawan jaringan tubuh sendiri.
Karena dampaknya tersebut, penyakit ini juga disebut dengan nama autoimmune disease atau kekebalan tubuh secara berlebihan. Meskipun termasuk penyakit berbahaya, lupus bukanlah penyakit menular. Anda tidak perlu khawatir akan penularan lupus apabila sedang berinteraksi dengan penderita penyakit ini.
Ada beberapa tipe penyakit lupus yang perlu diketahui, yaitu:
- Lupus sebagai Akibat dari Pemakaian Obat
Obat-obatan kimia selalu ada efek sampingnya di mana efek samping yang dialami para penggunanya kemungkinan besar pasti berbeda-beda. Ada 100 jenis obat lebih yang mampu memberikan efek samping yang hampir seperti gejala lupus pada sebagian penggunanya.
Ketika obat tidak lagi dikonsumsi, maka otomatis efek samping gejala mirip lupus pun akan berhenti dan hilang. Justru dengan melanjutkan pemakaian, gejala berpotensi untuk berkembang. Apabila gejala mirip penyakit lupus ini diakibatkan oleh obat, sekalinya Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut maka akan sembuh.
Tak perlu lagi harus mendapatkan pengobatan khusus seperti yang mungkin sudah Anda khawatirkan. Hanya saja, jangan lupa untuk tetap melakukan konsultasi dengan dokter sebelum konsumsi obat tadi Anda hentikan. Obat yang Anda konsumsi pada dasarnya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit tertentu yang Anda derita, maka tentunya tak bisa juga sembarangan berhenti menggunakannya.
- Lupus Eritematosus Diskoid
Ada pula jenis penyakit lupus yang berfokus menyerang area kulit dan inilah yang dinamakan dengan lupus eritematosus diskoid. Diketahui hanya terjadi pada kulit, rupanya jenis lupus ini tak hanya menyerang kulit saja. Bagian atau jaringan tubuh lain pun ada pula yang ikut terkena dampaknya.
Pada jenis lupus satu ini, pengendaliannya hanyalah dengan cara menghindari paparan dari cahaya matahari secara langsung.
Tak hanya itu, paparan obat-obatan juga hendaknya dihindari karena gejala yang kiranya bisa saja terjadi adalah kerontokan rambut yang parah di mana efeknya adalah pitak permanen juga. Gejala lupus jenis ini juga menyebabkan ruam bulat nan merah seperti sisik pada kulit yang kadang bisa menjadi tebal serta menjadi bekas luka.
- Lupus Eritematosus Sistemik
Jenis lupus inilah yang paling umum diderita dan jenis inilah yang mampu meneyrang organ serta jaringan tubuh mana saja. Bahkan akibat dari serangan tersebut berpotensi berada pada tingkat ringan hingga serius atau parah.
Penyakit Lupus Berbahaya
Perkembangan gejala terjadi secara perlahan tapi pasti dan mampu bertahan lama yang sifatnya sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kebanyakan penderitanya bakal mengalami beberapa tanda awal yang cukup ringan, namun terbilang sangat lama. Tapi ada juga yang tak mengalami gejala sama sekali sebelum akhirnya serangan parah menjangkiti.
Cepat lelah dan rasa letih yang berkepanjangan ditambah rasa nyeri adalah gejala ringan dari penyakit lupus ini. Kelihatan sepele namun akan sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Itulah mengapa kebanyakan penderita jenis lupus ini berkemungkinan merasa stres, tertekan, gelisah, cemas dan depresi walaupun gejalanya termasuk pada tahap ringan
Adapun mengapa penyakit ini berbahaya, simak hal berikut:
- Lebih Sering Menyerang Perempuan Muda
Lupus lebih sering menyerang perempuan muda dengan usia antara 10-30 tahun. Persentasenya sekitar 85 persen perempuan dan sisanya laki-laki. Ditengarai ini terkait sistem kekebalan tubuh pada perempuan yang lebih kuat dibandingkan laki-laki.
Lupus itu kan dasarnya penyakit autoimun, di mana sistem pertahanan tubuh kita itu menyerang tubuh kita sendiri. Jadi kan semestinya itu untuk virus, bakteri, tapi karena menyerang dirinya sendiri, manifestasinya jadi ke jantung, dan organ lain. Nah pada wanita, imunnya ini lebih kuat sehingga cenderung menjadi overactive.
- Hamil dan Penyakit Lupus
Perempuan dengan penyakit lupus masih bisa hamil. Namun harus tetap memperhatikan saran dan berada di bawah pengawasan dokter. Sebab tanpa pengawasan dokter, kondisi lupus bisa semakin aktif dan dapat membahayakan diri perempuan tersebut.
Penelitian di Hospital for Special Surgery (HSS) selama 10 tahun juga menemukan perempuan dengan penyakit lupus bisa mendapatkan hasil kehamilan yang baik jika penyakitnya tidak aktif dan bebas dari faktor risiko tertentu.
Nah, perempuan yang mengalami lupus dan hendak hamil disarankan membatasi asupan obat. Dengan pengobatan dosis rendah dan resep umum untuk lupus maka bisa membantu mengurangi pembengkakan, nyeri dan sakit yang dihubungkan dengan inflamasi dan tidak membahayakan organ. Selain itu juga disarankan agar pasien tidak terkena sinar matahari langsung.
- Bisa Memburuk dari Waktu ke Waktu
Penyakit lupus mudah memburuk dari waktu ke waktu. Karena itu jika tak terdeteksi bisa menyerang organ dalam. Beberapa organ yang sering terkena manifestasi dari lupus sendiri antara lain otak, ginjal, jantung, paru-paru, hingga liver. Jika penyakit lupus sudah mengenai organ dalam maka digolongkan ke dalam stadium berat dan kemungkinan untuk sembuhnya sangat kecil.



