Penyakit Ginjal Kronik Pada Kehamilan

Pada kehamilan normal terdapat perubahan bermakna baik pada struktur maupun fungsi dari saluran kemih, diantaranya dilatasi saluran kemih, yaitu pada kaliks, pelviks ginjal, dan ureter. Keadaan ini terjadi sebelum usia kehamilan 14 minggu karena pengaruh hormon yang melemaskan lapisan-lapisan otot saluran kemih.

Pada fungsi ginjal juga terjadi peningkatan segera setelah konsepsi. Aliran plasma ginjal dan filtrasi glomerulus efektif masing-masing meningkat rata-rata 40% dan 65%.

Secara empiris, kehamilan dengan kelainan ginjal kronis merupakan kehamilan dengan resiko yang sangat tinggi. Karena kehamilan sendiri bisa menyababkan kelainan-kelainan pada ginjal seperti infeksi saluran kemih, hipertensi dan lain sebagainya.

Diagnosis awal kehamilan juga agak sukar karena kadar HCG penderita dialisis juga tinggi. jika diduga hamil maka lakukan segera pemeriksaan USG.

  • Gejala infeksi ginjal selama kehamilan

Gejala infeksi ginjal selama kehamilan terkadang bisa sangat mengganggu kenyamanan seorang ibu hamil. Infeksi ginjal yang juga dikenal dengan pielonefritis, adalah jenis infeksi pada saluran kemih. Ginjal, ureter, uretra, dan kandung kemih merupakan sistem kemih, dan infeksi yang terjadi dalam organ-organ ini berada di bawah kategori infeksi saluran kemih.

Infeksi ginjal dapat mempengaruhi baik orang dewasa maupun anak-anak, tetapi telah diamati bahwa wanita selama kehamilan berada pada peningkatan resiko untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi karena faktor-faktor tertentu. Infeksi ginjal dapat mengakibatkan komplikasi yang parah jika tidak segera diobati.

  • Penyebab infeksi ginjal selama kehamilan

Infeksi biasanya terjadi dimulai pada daerah kandung kemih yang kemudian dapat menyebar ke ginjal. Infeksi ini dikarenakan oleh bakteri yang memasuki uretra, dan kemudian secara bertahap membuat jalan ke atas ke bagian lain dari saluran kemih, sebelum akhirnya mencapai ginjal.

Faktor-faktor yang dapat menghambat aliran urin atau pengosongan kandung kemih bisa menyebabkan infeksi ginjal.

Perubahan hormon dan fisik yang menyertai kehamilan kadang-kadang bisa membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi ginjal. Selama kehamilan, ibu hamil kadang susah untuk dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini membuat urin mengalir kembali ke ureter.

Semua faktor ini membuat semakin sulit bagi urin melewati saluran kemih dengan cepat. Hal ini dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi, yang akhirnya dapat menyebar ke ginjal.

  • Efek insufisiensi ginjal terhadap kehamilan

Secara umum, janin bisa bertahan hidup sangat besar yaitu 95%. Namun pada pasien yang menjalani dialisis (cuci darah)angkanya menjadi 52%. Penderita dengan gangguan ringan bisa mengalami komplikasi berupa BBLR, persalinan kurang bulan dan lahir mati.

  • Mengobati infeksi ginjal selama kehamilan

Infeksi ginjal dapat juga diobati dengan antibiotik. Dalam kondisi yang parah, wanita hamil dengan infeksi ginjal mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan intravena dan antibiotik. Perawatan selama kehamilan pada dasarnya akan tergantung pada tingkat parahnya infeksi.

Jika tidak segera diobati, infeksi ginjal dapat merusak ginjal. Selain itu, wanita hamil yang mengalami infeksi ginjal dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Pengobatan yang tepat dapat membantu untuk menghindari komplikasi yang terkait dengan infeksi ginjal.

  • Kehamilan pada pasien cuci darah

Penyakit ginjal yang membutuhkan dialisis biasanya menurunkan kesuburan. Kehamilan bisa terjadi pada 1 % pasien terutama ditahun2 awal dialisis.

Penyebab infertilitasnya tidak diketahui pasti, diduga karena berbagai faktor (multifaktorial). 42% wanita yang menjalani dialisis haidnya masih tetap normal, tetapi tidak berovulasi (anovulatoir). Anemia juga berperan dan pemakaian erythropoietin didapatkan meningkatkan angka kehamilan.

  • Rekomendasi penderita dialisis yang hamil

Selama dialisa, lakukan monitor janin dan ibu, hindari terjadinya hipotensi akibat dialisa. Pemakaian erythropoietin bisa meningkatkan harapan hidup janin, namun harus hati2 karena bisa menimbulkan hipertensi. Peningkatan frekuensi dialisa bisa memperbaiki mortalitas dan morboditas (kesakitan).

Demikian artikel yang dapat disampaikan mengenai penyakit ginjal kronik pada kehamilan. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/