Penyakit Ekskresi Ginjal

Gagal ginjal merupakan salah satu kondisi pada ginjal yang menyebabkan kemampuan serta fungsi dalam menyaring racun, zat sisa dan juga cairan berlebih yang berasaL dari darah hilang dengan perlahan. Karena organ ginjal bisa dengan mudah beradaptasi pada gangguan di fungsinya, gejala penyakit gagal ginjal biasanya baru akan muncul setelah kondisi penyakitnya semakin parah.

Penyakit gagal ginjal disebut sebagai silent disease. Dan banyak dari pasien yang melakukan pemeriksaan ke dokter dan dokter menyarankan mereka untuk melakukan cuci darah. padahal selama ini mereka merasa tidak merasakan gejala atau keluhan apapun.

Bahkan ada yang juga memeriksakan ke dokter yang lain karena merasa tidak yakin dengan diagnosis yang dilakukan dokter pertama. Oleh sebab itulah, penyakit gagal ginjal disebut juga sebagai the silent disease karena diam-diam tidak menunjukkan gejala namun kondisinya secara mendadak langsung sudah parah.

Penyebab Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal akut disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  1. Darah yang dipompa jantung lebih sedikit dari normal. Bisa terjadi karena gagal jantung, gagal fungsi hati, atau sepsis.
  2. Volume darah dalam tubuh berkurang. Bisa terjadi karena perdarahan, diare, atau muntah yang disertai dehidrasi parah.
  3. Gangguan dengan pembuluh darah. Kondisi yang terjadi karena inflamasi atau terhambatnya pembuluh darah utama yang memasok aliran darah ke ginjal, misalnya karena vaskulitis (radang dinding pembuluh darah yang memblokir aliran darah).
  4. Beberapa obat-obatan juga bisa berdampak kepada pasokan darah menuju ke ginjal atau bereaksi terhadap ginjal secara langsung.

Penyakit Ekskresi Ginjal

Adapun berikut ini adalah beberapa jenis penyakit ekskresi ginjal:

  1. Nefritis

Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki.

Pengobatan:

Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.

  1. Glukosuria

Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Kadar glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.

Pencegahan:

- Kendalikan berat badan

- Olah raga secar teratur

- Kelola faktro resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)

- Kontrol kebiasaan makan

- Bagi yang beresiko tinggi, periksa glukosa darah setiap tahun

Pengobatan:

Bagi pasien Diabetes Melitus kendalikan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga & obat sesuai petunjuk dokter) dan periksa secara berkala. Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa.

Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa.

Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja.

Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.

  1. Albuminuria

Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.

Pencegahan:

- Untuk mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus.

- Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/