Ternyata Penyakit Bronkitis Berbahaya Pada Lansia!

Bronkitis merupakan penyakit yang disebabkan karena pembuluh halus yang mengalami peradangan pada saluran pernafasan. Penyakit bronkitis ini bisa terjadi kapan saja, biasanya penyakit ini disebabkan karena keadaan cuaca yang dingin.

Inflamasi yang terjadi pada pembuluh bronki akan menyerang selaput lendir yang pada akhirnya menyebabkan dahak yang akan melekat dan malah akan sulit untuk dikeluarkan. Dahak yang bersifat pekat dan juga berkerak ini akan menyebabkan pembuluh dan juga saluran pernafasan akan mengalami penyempitan.

Hal ini mengakibatkan penderita menjadi sulit untuk bernafas yang pada akhirnya nafas menjadi mengi dan berbunyi. Serangan batuk yang terjadi secara mendadak dan menyebabkan wajah menjadi biru.

Penyakit bronkitis termasuk dalam jenis penyakit yang mudah menular melalui polusi udara seperti bersin, flu bahkan melalui pori­pori kulit. Bronkitis timbul tidak hanya disebabkan oleh adanya bakteri yang bersarang dalam tubuh terutama paru­paru. Penyebab penyakit bronkitis ini juga didukung oleh pola kehidupan dan kebiasaan sehari­hari yang salah.

Bronkitis banyak diartikan oleh masyarakat umum sebagai penyakit sesak napas akut terutama bagi mereka yang aktif dalam rokok. Mereka yang menderita bronkitis umumnya akan menunjukkan gejala umum seperti:

- Sakit kepala.

- Gangguan penglihatan.

- Batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan).

- Sesak napas ketika melakukan olahraga atau aktivitas ringan.

- Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu).

- Napas berat.

- Mudah lelah.

- Pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, dan tungkai kaki kiri dan kanan.

- Wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan.

- Pipi tampak kemerahan.

Bahaya Penyakit Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah penyakit berbahaya yang tidak dapat dianggap remeh atau disepelekan. Penyakit yang merupakan bagian dari penyakit pernapasan ini adalah penyakit yang cukup merepotkan. Sebab dampaknya bisa mengganggu dan membuat penderitanya kepayahan.

Ada beberapa dampak buruk dari bronkitis yang dapat dikenali pada penderita bronkitis, diantaranya:

- Bronkitis ringan berkembang menjadi bronkitis yang kronik atau akut.

- Pneumonia atau radang paru-paru tanpa atelektaksis. Bronkitis dan pneumonia merupakan sekelompok jenis penyakit gangguan saluran pernapasan yang harus diwaspadai. Bronkitis seirng terjadi infeksi berulang namun biasanya bersifat sekunder terhadap infeksi pada saluran napas bagian atas.

- Pleuritis, komplikasi yang dapat terjadi secara bersamaan dengan timbulnya penyakit pneumonia.

- Efusi pleura atau empisema.

- Abses metastasis diotak, akibat dari septikemi yang disebabkan oleh kuman penyebab infeksi supuratid pada bronkus.

- Haemaptoe terjadi akibat dari pecahnya pembuluh darah cabang vena (arteri pulmonalis), cabang arteri (arteri bronchialis atau anastomisis pembuluh darah).

- Sinusitis yang merupakan komplikasi yang sering terjadi dari penyakit bronkitis yang sering ditemui dan pada penyakit gangguan saluran napas lainnya.

- Kegagalan pernapasan merupakan komplikasi paling akhir dari bronkitis yang berat dan luas.

- Amiloidosis, merupakan komplikasi dari perubahan degeneratif namun komplikasi ini jarang sekali terjadi.

Perawatan Penyakit Bronkitis

  1. Minumlah obat pereda rasa sakit

- Obat pereda rasa sakit seperti aspirin dan asetaminofen (parasetamol) dengan dosis umum dapat digunakan jika sakit di bagian dada dan bagian tubuh lain menjadi tidak tertahankan lagi.

- Ingatlah bahwa pereda rasa sakit hanya sekadar mengurangi rasa sakit dan tidak akan mengatasi bronkitis. Saat rasa sakit terkendali, Anda akan lebih mudah batuk mengeluarkan dahak.

- Jangan minum aspirin atau parasetamol jika Anda sedang mengonsumsi obat batuk yang sudah mengandung pereda rasa sakit, atau obat lain yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan pereda rasa sakit.

  1. Menjaga diri agar selalu terhidrasi (cukup cairan)

- Anda harus minum air putih sebanyak 250 ml (kira-kira satu gelas) setiap satu sampai dua jam.

- Menjaga diri tetap terhidrasi akan membantu melegakan hidung yang tersumbat dan menjaga fungsi tubuh berjalan baik.

- Jika dokter membatasi asupan cairan karena komplikasi medis lain maka Anda harus mengikuti petunjuk tersebut.

- Sebagian besar cairan haruslah air putih atau minuman rendah kalori, untuk mencegah tubuh Anda kelebihan kalori.

- Jus, kaldu murni, dan air lemon hangat ditambah madu, adalah beberapa pilihan lain yang bagus. Minuman hangat memiliki manfaat tambahan untuk melegakan tenggorokan yang sakit akibat batuk berlebihan.

- Jangan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein ataupun alkohol. Kedua jenis minuman tersebut akan membuat Anda mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).

  1. Banyaklah beristirahat

- Usahakan untuk tidur sebanyak mungkin. Anda harus bisa tidur minimal 8 jam per hari. Tetapi jika sakit Anda mengganggu atau menghalangi Anda tidur sepanjang malam, setidaknya berbaringlah dengan posisi kepala ke bawah atau disangga.

- Tidur merupakan bagian penting dari pemeliharaan kekuatan fungsi kekebalan tubuh.[3] Tanpa istirahat yang cukup, tubuh Anda tidak akan mampu melawan virus.

- Batasi jumlah aktivitas fisik selama Anda mengalami sakit bronkitis. Tugas-tugas pokok masih diperbolehkan, tetapi Anda harus menghindari olahraga sedang hingga berat, karena aktivitas olahraga dapat memicu gejala batuk dan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

  1. Gunakan alat pelembap udara (humidifier)

- Operasikan humidifier pada malam hari dan tidurlah dengan posisi humidifier tetap menyala.

- Bernapas dalam udara hangat yang lembap akan mengencerkan dahak di saluran pernapasan dan membuat Anda lebih mudah bernapas dan mengurangi keparahan batuk Anda.

- Bersihkan humidifier sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Jika Anda tidak rutin membersihkan alat pelembap udara tersebut, bakteri dan jamur dapat tumbuh di dalam wadah/tabung air dan akan terdistribusi ke udara. Bakteri dan jamur di udara dapat memperparah penyakit bronkitis Anda.

- Anda bisa juga duduk dalam kamar mandi tertutup dan membiarkan kran air panas mengalir selama 30 menit. Uap yang dihasilkan oleh air panas tersebut akan bekerja sebagaimana halnya uap yang dihasilkan oleh humidifier.

  1. Hindari zat-zat iritan (zat penyebab radang dan iritasi)

- Polusi dan udara dingin dapat membuat kondisi Anda semakin memburuk.

- Berhentilah merokok dan jangan berada di sekitar orang yang sedang merokok. Asap rokok adalah iritan utama bagi paru-paru, dan perokok adalah seseorang yang seakan sedang membangun bronkitis kronis.

- Gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan cat, bahan pembersih rumah tangga, parfum, atau bahan lain yang mengandung uap kuat dan keras.

- Gunakan masker wajah saat Anda berada di luar ruangan. Udara dingin dapat menyumbat saluran pernapasan, memperparah batuk, dan menyebabkan kesulitan bernapas. Mengenakan masker wajah saat di ruang luar akan menghangatkan udara sebelum Anda menghirupnya dan masuk ke saluran pernapasan.

  1. Minumlah obat batuk

- Obat batuk tanpa resep dokter hanya boleh digunakan jika batuk menjadi sedemikian mengganggu dan mengacaukan aktivitas Anda sehari-hari.

- Obat batuk biasanya bersifat menekan. Obat batuk menekan atau membatasi batuk, dan sebagai dampaknya batuk Anda akan berkurang sehingga Anda mengeluarkan lebih sedikit dahak.

- Dalam kondisi biasa, Anda sebaiknya mengeluarkan dahak sebanyak mungkin untuk mencegah adanya timbunan dahak di dalam paru-paru dan menyebabkan infeksi lebih lanjut. Dengan alasan tersebut, obat batuk atau sirup penekan lain dengan reaksi sama sebaiknya tidak dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang.

- Jika Anda tidak dapat tidur disebabkan batuk atau terlalu banyak batuk hingga terasa menyakitkan, Anda bisa mengganti obat penekan batuk dengan obat lain untuk pemulihan sementara.

- Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat batuk, walaupun obat tersebut bisa diperoleh tanpa resep dokter.

  1. Gunakan ekspektoran (obat yang merangsang keluarnya dahak dari saluran pernapasan)

- Ekspektoran tanpa resep dokter akan menyebabkan Anda batuk dengan lebih banyak mengeluarkan dahak.

- Risiko terjadinya pneumonia (radang paru-paru) atau infeksi berat lain akan bertambah pada pasien dengan bronkitis akibat kelebihan dahak yang dihasilkan. Penggunaan ekspektoran disarankan untuk mengeluarkan dahak berlebih tersebut, terutama jika pasien mengalami batuk tidak berdahak.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/