Ternyata Penyakit Asma Pada Anak Lebih Berbahaya Daripada Yang Diderita Orang Dewasa!

Penyakit asma pada anak-anak semakin meluas dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Karena itulah, edukasi mengenai penyakit ini harus lebih disosialisasikan agar proses pencegahan dan penangannya lebih cepat dan efektif.

Penyebab asma pada anak dan orang dewasa memiliki persamaan, yaitu pembengkakan pada saluran pernapasan. Pembengkakan ini membuat saluran pernapasan menjadi sangat sensitif, memiliki tanda dan gejala dari batuk ringan atau napas sengau sampai gangguan serius pada pernapasan.

Asma pada anak-anak memiliki spesifikasi yang perlu ditangani secara berbeda pada tiap usia. Sehingga penting untuk mengenali kondisi mendetail pada tiap anak pengidap asma.

Faktor Risiko Penyakit Asma Pada Anak

Penyebab dasar asma belum diketahui. Walau demikian banyak faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena asma. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan timbulnya asma atau membuat asma pada anak menjadi makin parah, antara lain:

- Infeksi saluran pernapasan yang terjadi berulang-ulang dan bersifat parah seperti pneumonia.

- Riwayat alergi yang pernah dialami seperti pada kulit atau eksim, dan alergi makanan.

- Paparan polusi udara atau asap rokok saat masih di dalam kandungan dan setelah lahir.

- Anak laki-laki lebih berisiko mengidap asma daripada anak perempuan.

- Lahir dalam kondisi berat badan di bawah normal.

- Lahir prematur.

- Paparan asap rokok, termasuk saat masih dalam kandungan dan setelah dilahirkan.

- Terdapat riwayat anggota keluarga yang mengidap asma, eksim, gatal-gatal, atau rhinitis.

Gejala Penyakit Asma Pada Anak

Gejala asma sudah dapat dikenali pada usia balita. Pada tiap anak di berbagai usia, gejalanya dapat sangat bervariasi. Sebagian anak dapat merasakan gejala ringan yang dirasakan hampir pada tiap hari. Gejala ini dapat memburuk ketika terpapar pemicu tertentu seperti udara dingin atau asap rokok.

Sementara beberapa anak lain jarang merasakan gejala, namun dalam seketika bisa mengalami serangan yang berat. Berikut ini adalah gejala-gejala asma yang umumnya dialami:

- Retraksi atau dada bergerak naik turun ketika bernapas.

- Si kecil sering merasakan sesak di dada.

- Bronkitis yang terjadi berulang kali dapat menjadi pertanda asma pada balita.

- Batuk yang bersifat menetap/ tidak kunjung sembuh.

- Kesulitan bernapas. Jika anak Anda masih bayi, Anda dapat mendeteksi kesulitan bernapas si kecil saat menyusui atau memberinya makan.

- Mengi atau muncul bunyi saat bernapas.

- Saat beraktivitas, anak tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk.

- Tarikan napas yang pendek dan cepat.

Pada beberapa anak dan situasi tertentu, gejala bisa menjadi makin parah, ditandai dengan hal-hal berikut ini:

- Perut mengempis ke bawah tulang rusuk karena sulitnya menarik napas.

- Alat bantu pernapasan tidak mampu membantu meredakan kesulitan bernapas.

- Jika ini terjadi, segera bawa anak Anda ke rumah sakit.

- Napas yang terengah-engah dan cepat membuat anak bicara dengan terbata-bata.

- Anak terlihat tersengal-sengal saat menarik napas.

Cara Menangani Penyakit Asma Pada Anak

Asma dapat dikendalikan, tapi tidak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal, meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukan metode pengobatan yang tepat untuknya. Dalam mendampingi anak yang mengidap asma, orang tua perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

- Ketahui apa yang perlu dilakukan ketika serangan asma terjadi.

- Pahami berbagai macam jenis pengobatan asma dan cara kerja masing-masing obat.

- Dengan bantuan dokter, menentukan pengobatan yang tepat untuk menangani asma anak.

- Apakah pengobatan sudah berhasil menangani gejala yang timbul dan mengurangi frekuensi serangan asma.

- Mengetahui efek samping masing-masing obat, sehingga anak tidak diberikan obat melebihi dosis.

- Mengetahui seberapa baik paru-paru anak bekerja dengan alat tes peak flow meter.

- Mengetahui gejala-gejala kondisi darurat terjadi dan kapan harus segera mengantar anak ke rumah sakit.

- Kenali dan catat gejala yang dialami anak-anak. Ketahui juga seberapa buruk gejala asma memengaruhi aktivitas keseharian mereka.

- Mendeteksi seberapa sering serangan asma kambuh.

- Kenali faktor pemicu yang dapat menyebabkan gejala memburuk seperti: hawa dingin, bulu binatang, olahraga, asap rokok.

Pengobatan Penyakit Asma Pada Anak

Kelompok obat-obatan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma dan mengurangi gejala yang ada. Berikut obat-obatnya:

  1. Inhaler kombinasi

Obat-obatan ini juga berfungsi mencegah serangan asma. Obat ini merupakan kombinasi kortikosteroid dan pereda asma reaksi lambat atau long-acting beta antagonist (LABA). Obat ini terdiri dari kombinasi fluticasone-salmeterol,mometasone-formoterol, dan budesonide-formoterol.

  1. Pengubah leukotrin

Obat ini memblokir efek leukotrin yang merupakan senyawa imun sistem yang menyebabkan gejala asma. Kelompok obat ini biasanya ditambahkan ke dalam pengobatan dengan kortikosteroid hirup. Montelukast, zafirlukast, dan zileuton termasuk ke dalam kelompok obat ini.

  1. Theophylline

Dikonsumsi tiap hari untuk memudahkan pernapasan dengan melemaskan otot di sekitar saluran napas.

  1. Kortikosteroid hirup (inhaled corticosteroids)

Kelompok obat-obatan ini adalah obat anti-peradangan yang paling umum untuk menangani asma dalam jangka panjang. Obat ini termasuk sebagai obat pencegah serangan asma. Antara lain: ciclesonide, fluticasone, budesonide, dan mometasone, beclomethasone, ciclesonide. Obat-obatan ini paling sering digunakan untuk menangani asma pada anak-anak dan balita.

  1. Long-acting beta antagonist (LABA) atau pereda asma reaksi lambat

Obat ini berfungsi untuk membuka saluran pernapasan yang sempit dan mengurangi peradangan. Contoh LABA adalah salmerterol dan formoterol.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/