Ascaris lumbricoides adalah nematoda usus atau cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminth) yang dapat meyebabkan penyakit ascariasis, cacing ini disebut juga dengan cacing gelang. Dalam periode hidupnya cacing ini memerlukan tanah untuk berkembang dan penularan cacing ini melalui perantara tanah.
Ascaris lumbricoides dewasa hidup di dalam usus, cacing betina mampu bertelur rata-rata 200.000 butir perhari, telur ini kemudian keluar dari tubuh hospes bersama tinja. Apabila ditanah kondisinya menguntungkan dalam jangka waktu 3 minggu akan menjadi infektif.
Apabila telur infektif tertelan manusia telur akan menetas menjadi larva rhabditiform di usus, kemudian larva akan menembus dinding usus dan masuk ke vena atau pembuluh limfe, ikut dalam sirkulasi darah, ke jantung dan kemudian sampai paru-paru.
Dalam kapiler alveoli larva rhabditiform kemudian menembus dinding alveoli, masuk ke rongga alveoli, bergerak ke atas menuju bronkhus dan sampai glottis. Kemudian dari glottis larva tertelan masuk esofagus dan tumbuh menjadi dewasa di usus.
Lama siklus hidup cacing ini dari terjadinya infeksi sampai cacing dewasa bertelur memerlukan waktu sekitar 2 bulan, dan cacing dewasa dapat hidup selama 12-18 bulan.
Ascariasis tidak menular langsung dari orang ke orang. Penularan terjadi ketika seseorang menelan telur Ascaris lumbricoides, dapat berasal dari makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran manusia. Ada beberapa kondisi yang menambah kemungkinan seseorang untuk terkena ascariasis, diantaranya:
- Minum air dari sumber yang tidak bersih.
- Hidup di negara beriklim tropis.
- Makan-makanan kotor dan tidak sehat.
- Anak usia pra sekolah atau lebih muda (kelompok usia 3-8 tahun) karena mereka sering meletakkan tangan ke mulut setelah bermain di tanah atau air yang terkontaminasi.
Gejala Penyakit Cacing Gelang.
Gejala yang muncul dapat disebabkan oleh larva dan cacing dewasa. Selama larva berpindah dapat memunculkan beberapa gejala bila merusak kapiler/dinding alveolus paru. Diantaranya:
- Batuk.
- Batuk darah.
- Sesak nafas.
- Pneumonitis Askaris.
- Terjadinya perdarahan.
- Penggumpalan sel darah putih dan eksudat.
- Panas.
Karena larva cacing ini dapat menyerang dan menyebang pada organ lain seperti otak, mata, ginjal, kulit dan sumsum tulang belakang. Bila jumlahnya sedikit maka dapat memunculkan beberapa gejala ringan bahkan tidak memunculkan gejala sama sekali. Gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Diare.
- Sulit buang air besar.
- Mual.
- Nafsu makan menurun.
- Selain hal tersebut diatas, cacing ini juga dapat menyebabkan gejala alergi seperti gatal-gatal, urtikaria (biduran), dan eosinofilia.
Perlu diketahui, bahwa cacing ini dapat keluar melalui mulut dengan perantara batuk maupun muntah, bahkan dapat langsung keluar melalui hidung.
Komplikasi Akibat Ascariasis
Kebanyakan kasus ascariasis memiliki gejala ringan dan tidak menyebabkan masalah besar. Namun, penumpukan yang banyak dari cacing dewasa dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi berbahaya terjadi ketika cacing berkumpul di area tertentu di tubuh seperti:
- Sumbatan di usus terjadi ketika sekumpulan cacing dewasa memblok usus dan menyebabkan nyeri hebat dan muntah. Sumbatan di usus dianggap sebagai kegawatan medis dan membutuhkan terapi yang segera.
- Sumbatan di duktus terjadi ketika cacing memblok aliran di hepar atau pancreas.
- Infeksi yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penyerapan yang buruk sehingga mengakibatkan masalah pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat menyebabkan anak berisiko kurang gizi dan pada akhirnya berpengaruh ke perkembangan fungsi otak dan sebagainya.
Pengobatan Ascariasis
Ascariasis dapat ditangani dan disembuhkan dengan obat anti-parasit. Sejumlah obat yang umumnya diberikan oleh dokter adalah:
- Piperazine
Bayi berusia 3 hingga 11 bulan biasanya disarankan mengonsumsi obat ini sebanyak 1 kali saja. Sakit perut, diare, mual, muntah, serta kolik merupakan beberapa efek samping dari piperazine.
- Albendazole
Obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari. Sakit perut, mual, muntah, pusing, serta ruam kulit adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami oleh pasien setelah meminum albendazole.
- Mebendazole
Obat ini dianjurkan bagi pasien berusia 1 tahun ke atas. Efek samping yang berpotensi muncul meliputi diare, ruam kulit, serta sering buang angin.
Pencegahan Ascariasis
Sama seperti penyakit lain, mencegah ascariasis tentu saja lebih baik daripada mengobati. Pencegahan paling efektif untuk infeksi ini adalah dengan menjaga kebersihan. Beberapa langkah pencegahan sederhana yang bisa kita lakukan adalah:
- Senantiasa mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, misalnya sebelum makan, memasak, maupun setelah buang air besar.
- Pastikan masakan benar-benar matang sebelum mengonsumsinya.
- Minumlah air dalam kemasan yang tersegel ketika bepergian. Jika tidak tersedia, masaklah air hingga mendidih sebelum meminumnya.
- Konsumsi buah-buahan yang bisa dikupas, misalnya jeruk atau apel.
- Cucilah buah dan sayuran hingga bersih sebelum dikonsumsi.



