Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.
Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.
Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.
Pengobatan Penyakit Darah Rendah
Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine, dan erythropoietin.
Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan Haemoglobin (Hb) dalam darah.
Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal ke seluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oksigen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oksigen yang diangkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), diantaranya:
- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam.
- Berolahraga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.
- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis.
- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.
- Jus Lemon
Jangan kaget dulu, jus lemon yang kaya akan vitamin C ini memang efektif mengatasi tekanan darah tinggi, tapi rupanya juga dapat digunakan untuk mengobati darah rendah. Ketika darah rendah terjadi sebagai akibat bahaya dehidrasi, maka Anda bisa memakai jus lemon sebagai obatnya.
Minumlah jus lemon secukupnya yang dicampur bersama sedikit gula dan garam, ini akan membuat tubuh jauh lebih berenergi karena jus lemon bakal menstimulasi fungsi liver dan melancarkan sistem pencernaan. Meminumnya rutin hingga Anda tak lagi merasakan gejala tekanan darah rendah akan membantu Anda untuk tetap bisa beraktivitas dengan baik.
- Jus Wortel
Wortel dengan kandungan kadar vitamin A tinggi tak hanya mampu membuat penglihatan Anda jauh lebih tajam. Meminumnya di pagi hari setiap hari sangat menyehatkan tubuh, terutama bagi yang sedang menderita darah rendah.
Mengawali hari dengan mengonsumsi jus wortel segar yang sudah ditambah dan dicampur madu murni bakal sangat berguna. Tapi ini akan jauh lebih efektif apabila Anda meminumnya sehari 2 kali, yakni pagi-pagi sebelum sarapan dan sewaktu sore hari.



