Tuberkolosis (TBC) atau yang biasa disebut Tb (Tubercle bacillus) merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Microbacterium tubercolosis. Infeksi ini menyerang paru-paru dan terkadang memberikan dampak yang fatal pada bagian tubuh lain seperti saluran pencernaan, ginjal, dan susunan saraf otak.
Penyakit tuberkolosis ditularkan melalui udara di dekat orang yang positif terjangkit bakteri Tb, yaitu melalui butiran ludah (droplet) yang tersembur saat penderita berbicara, bersin, atau batuk. Namun jangan khawatir, TBC tidak akan menyebar melalui aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan, menyentuh tempat tidur dan dudukan toilet, atau bahkan berbagi makanan.
Pada orang-orang yang memiliki imunitas tinggi, bakteri Tb biasanya tidak langsung memicu gejala TBC. Kondisi seperti ini dikenal sebagai TBC laten, artinya pada jangka waktu tertentu jika kekebalan tubuh menurun, bakteri bisa kembali aktif dan memunculkan gejala tuberkolosis.
Microbacterium tubercolosis yang langsung menimbulkan sakit biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan serangan bakteri tersebut. Akibatnya, munculah berbagai gejala yang menyebabkan penyakit TBC.
Gejala awal orang yang terkena infeksi penyakit TBC bisa dikenali dari tanda-tanda kondisi pada fisik penderitanya, yaitu salah satunya penderita akan mengalami demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama, deman tsb biasanya dialami pada malam hari disertai dengan keluarnya keringat. Kadang-kadang derita demam disertai dengan influenza yang bersifat timbul sementara kemudian hilang lagi. Berikut ini adalah gejala ciri penyakit TBC paru-paru yang bisa kita kenali sejak dini:
- Batuk berdahak disertai darah.
- Batuk lebih dari tiga minggu.
- Nyeri dada, atau rasa sakit dengan sesak pernafasan.
- Berat badan menurun tanpa alasan.
- Berkeringat di malam hari.
- Kehilangan nafsu makan.
Jika anda mengalami gejala tersebut sebaiknya perlu waspada dan segera melakukan pencegahan dan pengobatan agar penyakit tidak bertambah parah. Karena tbc merupakan suatu penyakit yang mudah sekali menular.
Apabila tbc sudah positif untuk pengobatan secara normal dengan perawatan medis biasanya perlu waktu sekitar 6 sampai 9 bulan lebih dengan sedikitnya 3 jenis obat yang perlu di konsumsi secara rutin. Sebab itu kami disini memberikan alternatif lain untuk pengobatan penyakit tbc.
Penyebab Penyakit TBC disebabkan oleh bacteri yang bernama Mycrobaterium tuberculosis. Proses penyebarannya dilakukan melalui basil yang menyebar melalui udara dari percikan air liur ketika penderita tuberculosis aktif batuk atau bersin.
Meski demikian, proses penularan dari penyakit TBC ini tidak semudah seperti penularan flu dan pilek karena biasanya proses penularannya membutuhkan waktu. Semakin sering orang yang sehat terpapar dan berinteraksi dengan penderita TB, maka resiko penularan dari penyakit ini akan semakin tinggi.
Misalnya saja anak yang tinggal serumah dengan penderita TB akan memiliki resiko lebih tinggi untuk ikut terinfeksi.
Selain itu, resiko dari penularan penyakit TBC ini juga sangat berpotensi mengalami peningkatan pada beberapa kelompok orang tertentu, seperti:
- Sering menggunakan jenis obat-obatan terlarang.
- Para petugas kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien penderita TB.
- Manula dan juga anak-anak.
- Orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah seperti orang yang mengidap penyakit HIV, kanker, diabetes dan orang yang kekurangan gizi.
- Orang yang memiliki tempat tinggal di suatu pemukiman padat penduduk yang memiliki lingkungan kumuh.
Diagnosis TB paru pada orang dewasa yakni dengan pemeriksaan sputum atau dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya 2 dari 3 spesimen SPS BTA hasilnya positif. Apabila hanya 1 spesimen yang positif maka perlu dilanjutkan dengan rontgen dada atau pemeriksaan SPS diulang.
Pada orang dewasa, uji tuberkulin tidak mempunyai arti dalam diagnosis, hal ini disebabkan suatu uji tuberkulin positif hanya menunjukkan bahwa yang bersangkutan pernah terpapar dengan Mycobacterium tubeculosis. Selain itu, hasil uji tuberkulin dapat negatif meskipun orang tersebut menderita TB. Misalnya pada penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus), malnutrisi berat,
TB milier dan morbili.
Sementara diagnosis TB ekstra paru, tergantung pada organ yang terkena. Misalnya nyeri dada terdapat pada TB pleura (pleuritis), pembesaran kelenjar limfe superfisialis pada limfadenitis TB dan pembengkakan tulang belakang pada Sponsdilitis TB. Seorang penderita TB ekstra paru kemungkinan besar juga menderita TB paru, oleh karena itu perlu pemeriksaan dahak dan foto rontgen dada.
Adakah obat TBC itu? Tentu saja, ada banyak sekali obat TBC yang bisa anda konsumsi, tentu harus menurut resep dokter. Obat TBC sendiri terbagi atas 2 kelompok, yaitu obat primer dan sekunder.
Untuk obat TBC primer yaitu isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini.
Obat TBC sekunder yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita.
Jika penderita TBC mendapatkan pertolongan dalam waktu yang relatif cepat maka biasanya akan cepat untuk disembuhkan, namun secara umum penderita TBC bisa sembuh total dalam waktu 6 bulan setelah mengkonsumsi obat-obatan primer setiap hari.
Tentu saja dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli obat-obatan tersebut. Kabar baiknya, pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan GRATIS.



