Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yng menyerang organ jantung. Gejala dan keluhan dari PJK hampir sama dengan gejala yang dimiliki oleh penyakit jantung secara umum.
Sebenarnya, penyakit ini termasuk dalam golongan penyakit yang tidak menular, namun mulai menyerang orang-orang yang masih dalam usia produktif. dan bahkan jumlahnya semakin hari semakin meningkat dengan cepat.
Sekarang ini, kasus penyakit jantung semakin meningkat secara signifikan. Dan ternyata sekarang justru mulai menyerang pada orang-orang yang masih berusia 38 tahun.
Penyakit jantung yang terjadi pada orang-orang dalam usia produktif umumnya disebabkan karena faktor gaya hidup, faktor stres, faktor lingkungan yang tidak sehat, serta faktor pola makan makan seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji.
Kejadian PJK terjadi karena adanya faktor resiko yang antara lain adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), tingginya kolesterol, gaya hidup yang kurang aktivitas fisik (olahraga), diabetes, riwayat PJK pada keluarga, merokok, konsumsi alkohol dan faktor sosial ekonomi lainnya.
Penyakit jantung koroner ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menghindari fakto-faktor resiko.
Seperti pola makan yang sehat, menurunkan kolesterol, melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur, dan menghindari stress kerja.
Penyakit arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.
Masalah ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah.
Hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian. Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.
Di Indonesia penyakit jantung dan pembuluh darah ini terus meningkat dan akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara.
Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5%. Sedangkan berdasarkan diagnosis dokter gejala sebesar 1,5%.
Sementara itu, prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0.13%.Hari Jantung Sedunia (HJS)merupakan acara tahunan yang diperingati setiap tanggal 29 September.
Tema HJS tahun 2014 adalah Lingkungan Sehat, Jantung Sehat. Pada peringatan tahun ini yang menjadi fokus perhatian adalah bahwa 80% dari kematian dini akibat penyakit jantung pembuluh darah dapat dihindari jika empat faktor risiko utama yaitu merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol dapat dikendalikan.
Dalam memperingati HJS tahun 2014, akan diselenggarakan beberapa kegiatan diantaranya seminar Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.
Acara ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 2014.Kegiatan lain dalam HJS adalah Sosialisasi Permenkes No. 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Kemasan Pangan Olahan Siap Saji.
Acara ini akan diselenggarakan di Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat pada bulan Oktober November 2014.
Di dalam Permenkes tersebut juga berisi aturan pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan pengingat risiko kesehatan pada kemasan produk pangan olahan dan siap saji.
Kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras, kurangnya berolah raga serta makanan berlemak merupakan faktor resiko dari gangguan jantung yang di derita para usia muda.
Hal seperti ini jelas-jelas sangat merugikan, tidak hanya dari segi medis namun juga dari segi sosial ekonomi. Penyakit yang terjadi pada usia produktif tentunya akan membuat keluarga kehilangan pencari nafkah serta membuat negara kehilangan pekerja dengan sia-sia.
Pesan yang langsung dicantumkan dalam kemasan diharapkan memberikan pengingat kepada masyarakat untuk terus memantau konsumsi gula, garam, dan lemak mereka.
Membiasakan diri untuk melakukan pola hidup sehat serta konsumsi suplemen kesehatan akan dapat mencegah berbagai penyakit khususnya penyakit jantung.



