Pencegahan Penyakit Influenza

Influenza adalah virus flu yang menginfeksi pada sistem saluran pernafasan. Orang sering kali berpendapat bahwa flu dan pilek adalah penyakit yang sama. Meskipun pada flu dan pilek memiliki gejala-gejala yang hampir sama, akan tetapi pada flu biasanya mempunyai gejala yang lebih buruk.

Pada flu mempunyai masa inkubasi yang lebih pendek dan gejala yang dialami oleh flu ini akan lebih parah sehingga dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Penyebab flu salah satunya adalah karena tertular dari orang lain.

Flu memang termasuk penyakit yang mudah sekali menular. Metode penularan bisa bermacam-macam, mulai dari gelas minuman, bersin, kontak langsung, berbagi alat makan, dan juga batuk. Di mana virus penyebab flu ini dapat hidung di udara bebas.

Apalagi jika Anda berada di sekitar orang yang sakit flu, sementara saat itu antibodi tubuh Anda sedang kurang bagus, bisa karena kondisi tubuh yang kurang fit. Misalnya karena kurang tidur, Anda akan mudah tertular penyakit flu. Virus yang bertanggung jawab pada penyakit ini adalah virus RNA, itulah virus penyebab flu.

Penularan Penyakit Influenza

Penyakit flu yang satu ini sifatnya menular. Adapun mekanisme penularannya bisa melalui batuk, bersin yang akan dapat menimbulkan aerosol atau percikan lendir/air yang keluar dari mulut atau hidung yang mana aerosol ini mengandung virus flu.

Selain itu, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi dengan virus influenza. Aerosol yang terbawa oleh udara diduga dapat menimbulkan sebagian besar infeksi, meskipun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakit ini belum jelas betul.

Sebenarnya, virus influenza dapat diinaktivasi dengan menggunakan sinar matahahari, deterjen dan disinfektan. Untuk itu, dengan sering mencuci tangan, maka akan dapat mengurangi resiko terkena virus ini.

Dengan demikian, biasakan dari sekarang untuk selalu menjaga hidup bersih dan menjaha kesehatan seperti halnya dengan seringnya mencuci tangan dengan menggunakan sabun untuk membunuh kuman agar virus penyebab flu bisa dihilangkan.

Diagnosis Penyakit Influenza

Menetapkan diagnosis pada saat terjadi wabah tidak akan banyak mengalami kesulitan. Di luar kejadian wabah, diagnosis influenza kadang-kadang terhambat oleh diagnosis penyakit lain. Diagnosis pasti penyakit influenza dapat diperoleh melalui isolasi virus maupun melalui pemeriksaan serologis.

Untuk mengisolasi virus diperlukan usap tenggorok atau usap hidung dan harus diperoleh sedini mungkin, biasanya pada hari pertama sakit. Diagnosis serologis dapat diperoleh melalui uji fiksasi komplemens atau inhibisi hemaglutinasi.

Akan dapat ditunjukan kenaikan titer sebanyak 4 kali antara serum pertama dengan serum konvalesen atau satu titer tunggal yang tinggi. Pada saat ini anti influenza IgM, juga digunakan di beberapa tempat.

Diagnosis cepat lainnya dapat juga di peroleh dengan pemeriksaan antibody fluoresen yang khusus tersedia untuk tipe virus influenza A.

PCR dan RT-PCR sangat berguna untuk diagnosa cepat virus lainnya yang dapat pula menyerang saluran napas, antara lain adeno-virus, parainfluenza virus, rinovirus, respiratory syncytial virus, cytomegalovirus dan enterovirus. Keterlibatan berbagai jenis virus ini dapat ditunjukan dengan pemeriksaan serologi atau dengan isolasi langsung.

Pencegahan Penyakit Influenza

Seseorang yang pernah terkana virus influenza, akan membentuk antibodi yang melindunginya terhadap infeksi ulang oleh virus tertentu. Tetapi cara terbaik untuk mencegah terjadinya penularan influenza adalah vaksinasi yang dilakukan setiap tahun.

Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) atau partikel-partikel virus. Suatu vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya 3 spesies). Suatu vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan suatu jenis virus yang baru, sedangkan suatu vaksin polivalen menambah pertahanan terhadap lebih dari satu jenis virus.

Amantadin atau rimantadin merupakan 2 obat anti-virus yang bisa melindungi terhadap influenza A saja. Obat ini digunakan selama wabah influenza A untuk melindungi orang-orang yang kontak dengan penderita dan orang yang memiliki resiko tinggi-yang belum menerima vaksinasi.

Pemakaian obat bisa dihentikan dalam waktu 2-3 minggu setelah menjalani vaksinasi. Jika tidak dapat dilakukan vaksinasi, maka obat diberikan selama terjadi wabah, biasanya selama 6-8 minggu. Oba ini bisa menyebabkan gelisah, sulit tidur dan efek samping lainnya, terutama pada usia lanjut dan pada penderita kelainan otak atau ginjal.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/