Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat timbul karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Tuberkulosis menyebabkan reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru, yang meliputi penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag dan pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa yang membentuk apa yang disebut tuberkel.
Proses pembentukan dinding ini membantu membatasi penyebaran bakteri tuberkulosis kemudian di dalam paru-paru.
Penularan penyakit Tuberkulosis tidak dapat diketahui dengan cepat karena tidak bisa diketahui dengan mudah. Namun, ada ciri ciri penyakit Tuberkulosis yang perlu diketahui untuk lebih hati hati dan cepat tanggap apabila mengalami perubahan kesehatan. maka dari itu di bawah ini beberapa ciri ciri penyakit Tuberkulosis yang perlu diketahui:
- Batuk panjang, ciri ciri penyakit Tuberkulosis yang pertama yaitu batuk yang berkepanjangan. Batuk berkepanjangan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri pada paru paru.
Di tahap awal atau ada 21 hari pertama ciri ciri penyakit Tuberkulosis bisa hanya batuk kering namun terus menerus terjadi, seperti ketika mengalami batuk rejan bisa dialami juga apabila mengalami Tuberkulosis. Oleh sebab itu banyak yang belum menyadari penyakit Tuberkulosis di tahap awal.
- Demam, tubuh yang di infeksi oleh bakteri atau pun virus pastinya akan memicu reaksi tubuh atau respon tubuh dari infeksi yang terjadi. dan responnya pada saat infeksi paru paru atau sakit Tuberkulosis akan mengalami demam. Demam dan juga tubuh yang menggigil kedinginan salah satu ciri ciri penyakit Tuberkulosis juga. oleh karena itu perlu hati hati jika mengalami hal seperti ini tidak di anggap remeh.
- Batuk berdarah, yang akan dialami juga pada saat mengalami Tuberkulosis atau infeksi paru paru bukan hanya batuk kering saja, tetapi batuk berdarah juga bisa terjadi jika mengalami penyakit Tuberkulosis. Karena salah satu ciri ciri penyakit Tuberkulosis juga akan mengalami batuk berdarah, biasanya terjadi setelah batuk panjang di tahap awal.
- Sakit di bagian dada, jika pada saat bernafas terasa tidak nyaman dan terasa sakit, maka bisa jadi telah terinfeksi oleh bakteri. Karena ciri ciri penyakit Tuberkulosis juga akan menyebabkan penderitanya akan sakit pada bagian dada cukup sering terutama pada saat bernafas.
- Banyak keringat di malam hari, jika penyakit Tuberkulosis terjadi, maka ada gangguan di malam hari yang akan terjadi, yaitu banyak keringat yang dikeluarkan pada malam hari. Malam hari banyak berkeringat sehingga mengganggu tidur.
Penanganan Penyakit Tuberkulosis
Dokter biasanya mengobati penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan kombinasi empat obat, seperti isoniazid (INH / H), rifampisin (R), pirazinamid (Z) dan ethambutol (E). Kombinasi obat-obat Tuberkulosis ini dianggap sebagai pengobatan lini pertama.
Terapi biasanya berlangsung 6 bulan atau lebih. Hal ini sangat penting untuk mematuhi pemakaian dengan meminum obat-obat ini secara teratur tanpa putus seperti yang telah ditentukan oleh dokter. Hal ini sangat penting untuk mencegah agar bakteri tidak resisten atau kebal terhadap obat tersebut.
Penting juga untuk memeriksakan orang-orang yang ada disekitar (kontak dekat) dengan oenderita, karena apabila terinfeksi juga maka harus diobati sekaligus.
Strain Tuberkulosis yang resisten terhadap isoniazid dan rifampisin (dua antibiotik Tuberkulosis paling efektif) disebut multidrug resistant (MDR-Tuberkulosis). Untuk mengobati Tuberkulosis-MDR, pasien harus mengambil kombinasi obat “lini kedua†Tuberkulosis dan lain-lain.
Obat-obat ini lebih cenderung menyebabkan efek samping dibandingkan obat Tuberkulosis lini pertama dan pemakaian lebih lama hingga selama dua tahun.
Kegiatan Pada Penderita
Agar penderita tidak menularkan penyakitnya pada orang lain berikut hak yang dapat dilakukan:
- Tutupi saat batuk dan bersin
Untuk penderita Tuberkulosis, jika Anda ingin batuk atau bersin sebaiknya ikuti aturan tata krama masyarakat yang baik. Khusus hal ini banyak masyarakat yang masih tidak memperdulikan penyebaran virus ketika bersin atau batuk, terlepas dari berpenyakit atau tidaknya orang tersebut.
Saat batuk atau bersin, tutuplah dengan sapu tangan, tisu, atau kalau tidak ada maka benamkan muka ke arah lengah kita sendiri. Ingat, jangan ditutup dengan tangan! Bagi penderita Tuberkulosis paru, dia wajib mengenakan masker saat berada di tempat umum untuk menghindari tersebarnya kuman pada orang yang sehat.
- Jangan meludah sembarangan
Sama halnya dengan batuk atau bersin di tempat umum, meludah pun jangan asal meludah, apalagi jika Anda tahu bahwa di dalamnya terdapat kuman yang menular dari penyakit yang Anda derita. Meludahlah di kamar mandi, siram sesudahnya atau buanglah air liur Anda di selokan atau kali yang airnya mengalir.
- Hindari menggunakan barang-barang pribadi secara bersama-sama
Terutama yang memungkinkan kontak langsung dengan cairan dari sumber penderita. Misalnya, menggunakan sendok yang sama saat makan, minum dari gelas yang sama, atau bahkan makan makanan yang sama sehabis digigit. Namun, barang-barang tersebut bisa tetap digunakan oleh orang lain setelah dibersihkan kembali.



