Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi.
Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.
Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.
Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya.
Gejala-gejala yang ditimbulkan dari Hepatitis A ini, adalah:
- Sebagian diantaranya ada yang mengalami rasa mual dan muntah
- Penurunan nafsu makan yang kian hari kian menurun
- Mengalami demam
- Tubuh cepat merasa lemah, letih, lesu dan mudah capek
- Berat badan yang semakin berkurang.
Hepatitis A dibagi menjadi 3 stadium. Prodromal dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan, dan mual.
Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik), dan stadium kesembuhan (konvalesensi), namun stadium dengan gejala kuning jarang ditemukan. Akan tetapi untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT dan SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan disamping kadar bilirubin.
Masa pengasingan yang disarankan adalah selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. Jangan terlalu banyak aktivitas. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu.
Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dengan bentuk sendiri/havrix atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (twinrix).
Imunisasi hepatitis A dilakukan 2 kali yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang memiliki potensi terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang menggunakan obat-obat terlarang.
Patofisiologi Penyakit Hepatitis A
Hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepaitis A (VHA) merupakan virus RNA. Penularan penyakit hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar VHA atau melalui tinja. Kebanyakan penderita hepatitis A terjadi pada anak usia dibawah 5 tahun.
Infeksi dengan virus hepatitis A sering terjadi pada pasien dengan sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan yang kurang menguntungkan. Infeksi dengan VHA terjadi 2-6 minggu setelah terpapar dengan virus tersebut.
Pola penularan virus hepatitis A terjadi melalui fekal-mulut (fekal-oral). Artinya, keberadaan virus tersebut mula-mula di dalam tinja seseorang yang menderita hepatitis A. Kemudian, bisa jadi virus tersebut mengontaminasi makanan, minuman atau peralatan makan yang digunakan orang lain.
Seseorang lain itu akan menajdi sakit apabila mengonsumsi atau menggunakan makanan, minuman atau peralatan makan yang telah terkontaminasi virus hepatitis A. Virus hepatitis A akan masuk melalui mulut dan berkembang biak di dalam organ hati (liver).
Penyebab penyakit hepatitis A biasanya adalah sanitasi yang belum memuaskan dalam arti sistem sanitasi masih terbilang belum memenuhi standar kebersihan. Karena salah satu penyebaran dan penularan virus hepatitis A ini melalui tinja atau feses manusia akibat sistem sanitasi yang kurang baik sehingga infeksi virus hepatitis banyak dan mudah terjadi.
Penyakit hepatitis A ini banyak menyerang anak-anak dengan gejala yang tidak jelas dan kalaupun adanya gejala umumnya bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Pada keadaan ini diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan serologi untuk memperlihatkan adanya zat antivirus hepatitis A di dalam darah si anak.
Hilangnya gejala-gejala klinik tersebut di atas kadang-kadang baru hilang setelah beberapa bulan. Penderita akan mengalami gejala-gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah-muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas.
Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus.



