Tuberkulosis (TBC atau Tb) adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan. Adapun jenis bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengobatinya.
Maka dari itu alasan mengapa penderita TBC proses penyembuhannya dibutuhkan waktu yang lama. Selain itu bakteri ini juga sangat sering kali menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan organ tubuh lainnya.
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian di dunia. Hal ini dikarenakan jika sebuah negara belum bebas dari penyakit ini maka tingkat kematian akibat kuman mycobakterium tuberculosis semakin tinggi.
Menurut data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan untuk jumlah penderitan TBC mengalami peningkatan hingga 33% tahunnya atau sekitar sekitar 5000 ribu kasus dan 140 ribu lainnya yang meninggal setiap tahunnya. Melihat fenomena seperti itu memang sangat memprihatinkan.
Penyakit TBC bisa lebih mudah dialami oleh seseorang yang memiliki dayan tahan tubuh lemah, karena penyebab dari penyakit TBC yang pertama yaitu karena disebabkan oleh penyakit TBC oleh bakteri. Paru paru yang di masukkan oleh bakteri yang bisa menyebabkan penyakit TBC. Infeksi dari bakteri bisa menyebabkan penyakit TBC, maka dari itu daya tahan tubuh yang kuat perlu sekali melindungi tubuh.
Cara untuk mendeteksi penyakit TBC yaitu:
- Periksa dahak
Setelah saya mendaftar berobat di Puskesmas, waktu itu saya disuruh oleh dokter Puskesmas tersebut untuk membungkus dahak. Dahak tersebut akan diperiksa/tes di laboratorium. Periksa dahak dilakukan bertahap sampai 3 kali dalam waktu yang ditentukan.
- Pengecekan kondisi lingkungan rumah
Jika si pasien berkenan maka dokter Puskesmas akan berkunjung ke rumahnya pasien untuk pengecekan kondisi kesehatan rumah seerti pengecekan ventilasi udara, jendela, dan hal lainnya. Sebaiknya jika dokter ingin mngecek kondisi pasien, perbolehkan saja biar jika ada suatu hal yang menyebabkan penyakit bisa teratasi.
Obat Tradisional Penyakit TBC
Berikut beberapa obat untuk penderita TBC:
- Bunga Tembelekan
Ambil 6-10 gram bunga tembelekan bersama 3 gelas air. Biarkan mendidih dan airnya tersisa setengah bagian dari semula. Setelah airnya menjadi dingin, saring dan minum untuk 3 kali dalam sehari.
- Kembang sepatu
Cuci 3 kuntum bunga sepatu, kemudian tumbuk hingga lembut. Tambahkan ½ cangkir air masak, kemudian peras dan saring. Campur airnya dengan 1 sdm madu murni, minum 3 kali sehari.
- Daun legundi
Rebus 3/5 genggam daun legundi, bersama 3 gelas air. Tunggu hingga airnya tersisa ¾ gelas saja. Tambahkan madu murni, kemudian minum ramuan ini setelah disaring dan air menjadi dingin. Minum 3 kali dalam sehari. Daun legundi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit beri-beri.
- Getah bambu
Getah yang diperoleh dari pohon bambu secara empiris diyakini mampu mengobati berbagai jenis batuk. Pengobatan dilakukan selama kurang lebih 6 bulan.
Caranya, pilih bambu tali yang umurnya tidak terlalu tua maupun muda. Potong pucuk bambu tersebut, kemudian bungkus dengan plastik. Lakukan cara ini saat sore hari. Selanjutnya, ambil getah bambu saat matahari bersinar di pagi hari. Minum 3 gelas airnya setiap hari.
- Biji pronowijo
Seduh ¾ sdt bubuk biji pronowijo bersama ½ cangkir air panas. Tambahkan 1 sdm madu murni, minum selagi hangat di pagi, siang, dan malam hari.
- Umbi bambu tali
Untuk mengobati batuk darah, salah satu obat tradisional yang sering digunakan adalah umbi bambu tali. Tanaman ini banyak tumbuh di Korea dan China. Cara menggunakannya tidaklah sulit. Rebus 6-12 gram umbi bambu tali yang sudah kering, bersama 1,5 gelas air. Ketika airnya masih hangat, minum. Ulangi pengobatan di pagi dan sore hari.



