Penyakit TBC dikatakan silent killer karena memang penyakit ini bersifat mematikan namun dalam waktu yang cukup lama.
Penderita penyakit TBC secara perlahan, lambat namun pasti akan merenggut nyawa penderitanya. Tuberkolosis atau Tubercolosis / TBC dari dulu hingga sekarang masih menjadi masalah serius ang terus mengganggu dan menjangkiti manusia.
Penyakit TBC disebabkanoleh bakteri mycobacterium tuberculosis, sejenis bakteri kecil berbentuk tongkat. Bakteri ini memiliki ukuran yang super kecil, dimana dapat hidup di ujung sebuah jarum dalam jumlah ribuan. Bakteri-bakteri kecil dan ulet ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang mau membinasakannya.
Gejala Penyakit TBC
Ada beberapa gejala TBC yang mesti kita waspadai dan kita kenal sejak dini agar pengobatan penyakit ini bisa dilakukan secepat mungkin. Penderita penyakit TBC biasanya akan mengalami demam yang tinggi, disertai dengan influenza yang bersifat hilang timbul.
Penderita TBC juga akan kehilangan berat badan sebagai akibat dari hilangnya selera makan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu hingga dapat disertai dengan darah. Nah berikut ini merupakan gejala TBC yang umum terjadi dan dialami oleh penderita TBC:
- Gejala TBC yang pertama adalah batuk hingga lebih dari 3 bulan dan dahak bercampur darah/batuk darah.
- Gejala TBC yang kedua yaitu sesak nafas atau sering merasa nyeri pada dada.
- Penderita TBC biasanya juga akan berkeringat pada malam hari.
- Mengalami penurunan nafsu makan secara drastis.
- Gejala TBC yang terakhir adalah mudah demam dan badan mudah lemas.
Itulah beberapa gejala TBC yang wajib anda waspadai, jika anda sudah mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya anda segera konsultasikan kesehatan anda dokter atau klinik terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan pertama dan pemeriksaan lebih lanjut.
Penularan Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah penyakit yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Penularan ini biasanya menggunakan media udara. Orang yang mengidap TBC akan menularkan penyakitnya saat dia batuk atau bersin ditempat umum. Bakteri Mycobacteria Tuberculosis kemudian mulai menyerang orang yang ditulari penyakit tersebut.
Anda mungkin tidak sadar bahwa anda sudah mempunyai bakteri Mycobacteria Tuberculosis. Efek dari penularan TBC tidak selalu berpengaruh pada seseorang apalagi yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik.
Pada kasus seperti itu bakteri menjadi tidak aktif dan akan menjadi aktif pada waktu tertentu. Para Ahli medis membedakan jenis penyakit TBC manjadi TBC aktif dan TBC laten, berikut ini penjelasannya:
- TBC Aktif
TBC aktif adalah jenis penyakit tbc yang langsung menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ciri-ciri penyakit tbc ini kurang lebih sama seperti yang telah saya sampaikan diatas.
Anda perlu segera mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi resistensi antibiotik di dalam tubuh anda. Resistensi antibiotik ini cukup berbahaya karena sistem kekebalan tubuh anda akan benar-benar terganggu.
- TBC Laten
TBC Laten adalah penyakit tuberkulosis yang hampir tidak menimbulkan ciri-ciri penyakit TBC. Kondisi ini terjadi karena bakteri Mycobacteria Tuberculosis bersifat pasif meskipun bakteri tersebut ada didalam tubuh seseorang.
Banyak sekali orang yang menderita TBC laten dan hampir sebagian besar dari mereka tidak menyadari hal tersebut. TBC laten pada waktu tertentu bisa menjadi TBC aktif yang membahayakan tubuh jika sistem kekebalan tubuh seseorang sedang rendah.
Perawatan Penyakit TBC
Seorang pasien TBC diharuskan untuk beristirahat baik aktivitas fisik maupun pikiran. Jangan biarkan emosi kita meledak-ledak atau tubuh kita dipaksa untuk bekerja padahal sudah lemah. Bakteri-bakteri yang menyerang mungkin saja telah membuat lubang-lubang besar di dalam paru-paru, dan tubuh harus mencari jalan untuk memperbaiki lubang-lubang itu.
Jika keadaan TBC sudah hebat, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini. Jika penderita TBC tinggal di rumah, ia harus berada di kamar tersendiri dan harus diberi cukup penerangan dan ventilasi.
Salah satu yang dapat membantu penderita TBC sembuh adalah menghirup udara segar. Usahakan juga agar penderita TBC tidak melakukan kontak dengan siapapun agar penyakit ini tidak menular kepada orang lain. Penuhi kebutuhna nutrisi penderita TBC agar sistem kekebalan tubuhnya meningkat dan bisa melawan bakteri yang sudah menggerogoti tubuhnya.
Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, konsumsi juga buah-buahan dan sayuran segar, semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses kesembuhan.
Cara Mencegah Penyakit TBC
Kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati. Meskipun tidak salamanya pencegahan bisa menjauhkan anda dari resiko penyakit TBC, namun anda sudah melakukan hal terbaik agar terhindar dari penyakit yang mudah menular ini.
Langkah yang pertama yang bisa anda lakukan adalah menjaga kebugaran tubuh anda. Olahraga rutin bisa membuat sistem kekebalan tubuh anda menjadi baik. Hal ini akan mencegah perkembangan bakteri Mycobacteria Tuberculosis didalam tubuh.
Langkah selanjutnya adalah proteksi diri dari penularan TBC. Apabila anda harus melakukan kontak dengan pengidap TBC, anda disarankan untuk menggunakan masker atau pelindung lain yang bisa membantu anda mencegah dari tertularnya penyakit ini saat pengidap TBC bersin atau batuk.
Apabila anda yang mengalami TBC, usahakan untuk menggunakan masker saat berada ditempat umum. Hal ini untuk mencegah perkembangbiakan bakteri yang berbahaya ini.



