Gagal Ginjal Kronik Pada Kehamilan

Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomic ginjal dan saluran kemih, yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik dan pemeriksaan hasil laboraturium.

Apabila hal itu tidak diperhatikan dan diperhitungkan, ada kemungkinan salah membuat diagnosis, sehingga dapat merugikan ibu dan janin. Perubahan anatomic terdapat peningkatan pembuluh darah, dan ruangan intertisiil pada ginjal.

Diagnosis awal kehamilan juga agak sukar karena kadar HCG penderita dialisis juga tinggi. Jika diduga hamil maka lakukan segera pemeriksaan USG.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah bila pada pemeriksaan urin, ditemukan bakteri yang jumlahnya lebih dari 10.000 per ml. urin yang diperiksa harus bersih, segar, dan dari aliran tengah (midstream) atau duambil dengan pungsi suprasimpisis.

Ditemukan bakteri yang jumlahnya lebih dari 103 per ml ini disebut dengan istilah bakteriuria. Bakteriuria ini mungkin tidak disertai gejala, disebut bakteriuria asimtomatik, dan mungkin pula disertai dengan gejala-gejala disebut bakteriuria simptomatik.

Walaupun infeksi ini dapat terjadi karena penyebaran kuman melalui pembuluh darahatau saluran limfe, akan tetapi yang terbanyak atau tersering adalah kuman-kuman naik ke atas melalui uretra, ke dalam kandung kemih dan saluran kemih yang lebih atas.

Kuman yang tersering dan terbanyak sebagai penyebab adalah Escheria coli (E.coli), di samping kemungkinan kumn-kuman lain seperti Enterbacter aerogenes, Klebsiella, Psedomonas dan lain-lain.

Bakteriuria tanpa gejala (asimptomatik)

Frekuensi bacterium tanpa gejala kira-kira 2-10 %, dan dipengaruhi oleh parietas, sosioekonomi wanita hamil tersebut.

Beberapa peneliti mendapatkan adanya hubungan kejaian bakteriuria ini dengan peningkatan kejadian anemia dalam kehamilan persalinan premature, gangguan pertumbuhan janin, dan preeklamsia.

Oleh karena itu pada wanita hamil dengan bakteriuria harus diobati dengan seksama sampai air kemih bebas dari bakteri yan dibuktikan dengan pemeriksaan beberapa kali. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat sulfonamide ampisilin, atau nitrofurantoin.

Bakteriuria dengan gejala (simptomatik)

- Sistisis

Sistitis adalah peradangan kandung kemih tanpa disertai radang bagian atas saluran kemih. Sistitis ini cukup dijumpai dalam kehamilan dan nifas. Kuman penyebab utama adalah E.coli, di samping dapat pula oleh kuman-kuman lain.

Faktor predisposisi lain adalah uretra wanita yang pendek, sistokel, adanya sisa air kemih yang tertinggal, di samping penggunaan kateter yang sering dipakai dalam usaha mengeluarkan air kemih dalam pemeriksaan ginekologik atau persalinan.

Penggunaan kateter ini akan mendorong kuman-kuman yang ada di uretra distal untuk masuk ke dalam kandung kemih.

  1. Pielonefritis Kronika

Pielonefritis kronik biasanya tidak atau sedikit sekali menunjukkkan gejala-gejala penyakit saluran kemih, dan merupakan predisposisi terjadinya pielonefritis akuta dalam kehamilan.

Penderita mungkin menderita tekanan darah tinggi. Pada keadaan penyakit yang lebih berat didapatkan penurunan tingkat filtrasi glomerolus (GFR) dan pada urinalisis urin mungkin normal, mungkin ditemukan protein kurang dari 2 gr per hari, gumpalan sel-sel darah putih.

  1. Pielonefritis Akuta

Merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai dalam kehamilan, dan frekuensinya kira-kira 2%, terutama pada kehamilan terakhir, dan permulaan masa nifas.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh Escheria coli, dan dapat pula oleh kuman-kuman lain seperti Stafilokokus aereus, Basillus proteus, dan pseudomonas aeruginosa. Kuman dapat menyebar secara hematogen atau limfogen, akan tetapi terbanyak berasal dari kandung kemih.

Predisposisinya antara lain yaitu penggunaan kateter untuk mengeluarkan air kemih waktu persalinan atau kehamilan, air kemih yang tertahan sebab perasaan sakit waktu berkemih karena trauma persalinan, atau luka pada jalan lahir.

Diajurkan tidak menggunakan kateter untuk mengeluarkan air kemih, bila tidak diperlukan betul. Penderita yang menderita pielonefritis kronik atau glomeroluneftitis kronik yang sudah ada sebelum kehamilan, sangat mendorong terjadinya pielonefritis akuta ini.

  1. Glomerulonefritis Akuta

Glomerulonefritis akuta jarang dijumpai pada wanita hamil. Peyakit ini dapat timbul setiap saat dalam kehamilan, dan penderita nefritis dapat menjadi hamil.

Yang menjadi penyebab biasanya Streptococcus beta-haemolyticus jenis A. sering ditemukan bahwa penderita pada saat yang sama atau beberapa minggu sebelumnya menderita infeksi jalan pernapasan, seperti tonsillitis, atau infeksi lain-lain oleh streptokokus, suatu hal yang menyokong teori infeksi local

  1. Glomerulonefritis Kronika

Wanita hamil dengan glomerulonefritis kronika sudah menderita penyakit itu beberapa tahun sebelumnya. Karena itu, pada pemeriksaan kehamilan pertama dapat dijumpai proteinuria, sedimen yang tidak normal, dan hipertensi.

Diagnosis mudah dibuat bila dijumpai proteinuria, sedimen yang tidak normal, dan hipertensi. Apabila gejala-gejala penyakit penyakit baru timbul dalam kehamilan yang sudah lanjut, atau ditambah dengan pengaruh kehamilan (superimposed preeclampsia), maka lebih sulit untuk membedakannya dari preeklampsi murni.

Penyebab infeksi ginjal selama kehamilan

Infeksi biasanya terjadi dimulai pada daerah kandung kemih yang kemudian dapat menyebar ke ginjal. Infeksi ini dikarenakan oleh bakteri yang memasuki uretra, dan kemudian secara bertahap membuat jalan ke atas ke bagian lain dari saluran kemih, sebelum akhirnya mencapai ginjal.

Faktor-faktor yang dapat menghambat aliran urin atau pengosongan kandung kemih bisa menyebabkan infeksi ginjal.

Perubahan hormon dan fisik yang menyertai kehamilan kadang-kadang bisa membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi ginjal. Selama kehamilan, ibu hamil kadang susah untuk dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini membuat urin mengalir kembali ke ureter.

Semua faktor ini membuat semakin sulit bagi urin melewati saluran kemih dengan cepat. Hal ini dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi, yang akhirnya dapat menyebar ke ginjal.

Mengobati infeksi ginjal selama kehamilan

Infeksi ginjal dapat juga diobati dengan antibiotik. Dalam kondisi yang parah, wanita hamil dengan infeksi ginjal mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan intravena dan antibiotik. Perawatan selama kehamilan pada dasarnya akan tergantung pada tingkat parahnya infeksi.

Jika tidak segera diobati, infeksi ginjal dapat merusak ginjal. Selain itu, wanita hamil yang mengalami infeksi ginjal dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Pengobatan yang tepat dapat membantu untuk menghindari komplikasi yang terkait dengan infeksi ginjal.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/