Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolic tubuh atau melakukan fungsi regulernya. Suatu bahan yang biasanya dieliminasi di urin menumpuk dalam cairan tubuh akibat gangguan ekskresi renal dan menyebabkan gangguan fungsi endokrin dan metabolic, cairan, elektrolit, serta asam basa.
Gagal ginjal merupakan penyakit sistemik dan merupakan jalur akhir yang umum dari berbagai penyakit traktus urinarius dan ginjal.
Penyakit gagal ginjal akut adalah suatu kondisi klinis dimana yang ditandai hilangnya fungsi dan kemampuan ginjal yang tidak lagi mampu mempertahankan homeostatis tubuh akibat terjadinya peningkatan hasil metabolit tubuh seperti kadar ureum darah 10-20 mg/dl dan kadar kreaatinin darah 0,5 mg/dL per hari.
Penyebab gagal ginjal akut ditandai oleh banyak faktor seperti:
- Kondisi prerenal (hipoperfusi ginjal)
Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan pada jumlah atau kehilangan banyak cairan melalui saluran gastrointestinal, vasodilatasi (sepsis atau anafilaksis), dan gangguan fungsi jantung (infark miokardium, gagal jantung kongestif, atau syok kardiogenik).
- Penyebab intrarenal (kerusakan actual jaringan ginjal)
Jika terjadi kerusakan pada jaringan ginjal, makan ginjal seperti terbakar yang dapat pula diakibatkan oleh cedera akibat benturan, infeksi ginjal dan nefrotoksisitas dapat menyebabkan nekrosis tubulus akut (ATN) dan berhentinya fungsi renal.
Akibat adanya benturan dan ginjal merasa terbakar akan menyebabkan pelepasan hmeoglobin dan miolobin (protein yang dilepasakan dari otot ketika terjadi cedera), sehingga terjadi toksik renal, iskemik atau keduanya.
Reaksi tranfusi yang parah juga menyebabkan gagal intrarenal, hemoglobin dilepaskan melalui mekanisme hemolisis melewati membran glomerulus dan terkonsentrasi di tubulus ginjal menjadi faktor pencetus terbentuknya hemoglobin.
- Pasca renal
Pasca renal in terjadi akibat dari obstruksi di bagian distal ginjal conth terjadi kerusakan atau gangguan yang cukup parah pada batu saluran kemih. Tekanan yang terjadi di tubulus ginjal ini akan semakin meningkat yang akhirnya akan melaju pada filtrasi glomerulus yang meningkat.
Pada pasca renal ini terjadi melalui beberapa fase atau tingkatan, diantaranya:
- Fase pertama, ketika terjadi pada periode awal yang diakhiri dengan terjadinya oliguria. Oliguria yakni volume urine yang kurang dari 400 ml/24 jam.
- Fase kedua, periode dari oliguria yang disertai dengan adanya peningkatan konsentrasi serum dari substansi yang biasanya diekresikan oleh ginjal (urea, kreatinin, asam urat dan kation intraseluler-kalium dan magnesium).
Jumlah urin minimal yang diperlukan untuk membersihkan produk sampah normal tubuh adalah 400 ml. Pada tahap ini gejala uremik untuk pertama kalinya muncul, dan kondisi yang mengancam jiwa seperti hiperkalemia terjadi.
Pada banyak pasien hal ini dapat merupakan penurunan fungsi ginjal disertai kenaikan retensi nitrogen namun pasien masih mengekskresikan urine sebanyak 2 liter atau lebih setiap hari. Hal ini merupakan bentuk nonoligurik dari gagal ginjal dan terjadi terutama setelah antibiotic nefrotoksik diberikan kepada pasien, dapat juga terjadi pada kondisi terbakar, cedera traumtaik dan penggunaan anestesi halogen.
- Fase ketiga, periode diuresis, pasien menunjukkan peningkatan jumlah urine secara bertahap, disertai tanda perbaikan glomerulus. Nilai laboratorium berhenti meningkat dan akhirnya menurun. Meskipun saluran urine mencapai kadar normal atau meningkat, fungsi renal masih dianggap normal. Tanda uremik mungkin masih ada, sehingga penatalaksanaan medis dan keperawatan masih diperlukan.
- Fase keempat, periode penyembuhan merupakan tanda perbaikan fungsi ginjal dan berlangsung selama 3 sampai 12 bulan. Nilai laboratorium akan kembali normal. Meskipun terdapat reduksi laju filtrasi glomerulus permanent sekitar 1% sampai 3%, tetapi hal ini secara klinis tidak signifikan.
Penatalaksanaan gagal ginjal akut yang bisa dilakukan yaitu:
- Mempertahankan keseimbangan cairan
Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah dan status klinis pasien. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine, drainase lambung, feses, drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan.
- Dialisis
Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis dan kejang. Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia; menyebabkan caiarn, protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas; menghilangkan kecendurungan perdarahan; dan membantu penyembuhan luka.
- Penanganan hiperkalemia
Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah utama pada gagal ginjal akut; hiperkalemia merupakan kondisi yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini.
Oleh karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian pemeriksaan kadar elektrolit serum (nilai kalium > 5.5 mEq/L;SI:5.5 mmol/L), perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi), dan perubahan status klinis.
Peningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin (Natrium polistriren sulfonat [kayexalatel]), secara oral atau melalui retensi enema.


