Epidemiologi Tentang Penyakit TBC!

Penyakit TBC adalah penyakit menular yang cukup berbahaya sehingga anda perlu mempelajari apa saja yang menjadi ciri-ciri penyakit TBC tersebut. TBC merupakan singkatan dari Tubercolosis, yaitu sebuah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit TBC juga sering disingkat dengan TB saja.

TBC paling umum menyerang paru-paru manusia namun bisa juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti tulang kulit maupun kelenjar. Saat ini TBC menjadi penyakit yang paling menular nomor dua setelah penyakit HIV. Penyakit TBC juga merupakan penyakit mematikan bila tidak segera ditangani.

Penyakit TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini bisa ditularkan melalui media udara ketika seseorang yang mengidap penyakit TBC tersebut sedang bersin atau batuk. Meskipun bisa ditularkan melalui udara, penularan penyakit tbc tidak semudah menularkan flu yang mungkin bisa ditularkan dalam beberapa jam.

Penyakit TBC memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa ditularkan, namun intensitas berhungungan dengan orang yang mengalami TBC juga mempengaruhi proses penularan. Usahakan untuk mengenali ciri-ciri penyakit TBC agar anda bisa terhindar dari penularan penyakit ini. Biasanya orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk akan lebih mudah terserang penyakit ini.

Triad Epidemiologi

  1. Agent

TBC disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, bakteri gram positif, berbentuk batang halus, mempunyai sifat tahan asam dan aerobic. Karakteristik alami dari agen TBC hampir bersifat resisten terhadap disifektan kimia atau antibiotika dan mampu bertahan hidup pada dahak yang kering untuk jangka waktu yang lama.

Pada Host, daya infeksi dan kemampuan tinggal sementara Mycobacterium Tuberculosis sangat tinggi. Pathogenesis hamper rendah dan daya virulensinya tergantung dosis infeksi dan kondisi Host. Sifat resistensinya merupakan problem serius yang sering muncul setelah penggunaan kemoterapi modern, sehingga menyebabkan keharusan mengembangkan obat baru.

Umumnya sumber infeksinya berasal dari manusia dan ternak (susu) yang terinfeksi. Untuk transmisinya bisa melalui kontak langsung dan tidak langsung, serta transmisi congenital yang jarang terjadi.

  1. Host

Umur merupakan faktor terpenting dari Host pada TBC. Terdapat 3 puncak kejadian dan kematian:

- Puncak sedang pada usia lanjut.

- Paling rendah pada awal anak (bayi) dengan orang tua penderita.

- Paling luas pada masa remaja dan dewasa muda sesuai dengan pertumbuhan, perkembangan fisik-mental dan momen kehamilan pada wanita.

Dalam prkembangannya, infeksi pertama semakin tertunda, walau tetap tidak berlaku pada golongan dewasa, terutama pria dikarenakan penumpukan grup sampel usia ini atau tidak terlindung dari risiko infeksi.

Pria lebih umum terkena, kecuali pada wanita dewasa muda yang diakibatkan tekanan psikologis dan kehamilan yang menurunkan resistensi. Penduduk pribumi memiliki laju lebih tinggi daripada populasi yang mengenal TBC sejak lama, yang disebabkan rendahnya kondisi sosioekonomi.

Aspek keturunan dan distribusi secara familial sulit terinterprestasikan dalam TBC, tetapi mungkin mengacu pada kondisi keluarga secara umum dan sugesti tentang pewarisan sifat resesif dalam keluarga.

Kebiasaan sosial dan pribadi turut memainkan peranan dalam infeksi TBC, sejak timbulnya ketidakpedulian dan kelalaian Status gizi, kondisi kesehatan secara umum, tekanan fisik-mental dan tingkah laku sebagai mekanisme pertahanan umum juga berkepentingan besar. Imunitas spesifik dengan pengobatan infeksi primer memberikan beberapa resistensi, namun sulit untuk dievaluasi

  1. Environment

Distribusi geografis TBC mencakup seluruh dunia dengan variasi kejadian yang besar dan prevalensi menurut tingkat perkembangannya. Penularannya pun berpola sekuler tanpa dipengaruhi musim dan letak geografis.

Keadaan sosial-ekonomi merupakan hal penting pada kasus TBC. Pembelajaran sosiobiologis menyebutkan adanya korelasi positif antara TBC dengan kelas sosial yang mencakup pendapatan, perumahan, pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan dan tekanan ekonomi.

Terdapat pula aspek dinamis berupa kemajuan industrialisasi dan urbanisasi komunitas perdesaan. Selain itu, gaji rendah, eksploitasi tenaga fisik, pengangguran dan tidak adanya pengalaman sebelumnya tentang TBC dapat juga menjadi pertimbangan pencetus peningkatan epidemi penyakit ini.

Pada lingkungan biologis dapat berwujud kontak langsung dan berulang-ulang dengan hewan ternak yang terinfeksi adalah berbahaya.

Cara Mencegah Penyakit TBC

Walau bagaimanapun, mencegah itu jauh lebih baik ketimbang mengobati. Sebelum kita atau keluarga kita terkena penyakit yang satu ini, sebaiknya kita mencegahnya sejak dini. Berikut adalah cara mencegah penyakit TBC:

- Untuk penderita TBC, jemurlah tempat tidur di panas matahari langsung.

- Untuk bayi, jangan pernah melewatkan imunisasi BCG, ini penting untuk mencegah dari terserangnya penyakit TBC di kemudian hari.

- Rajin berolahraga juga dapat meningkant sistem imunitas tubuh kita.

- Atur pola makan dan tidur cukup agar tubuh selalu fit.

- Sebisa mungkin hindari rokok.

- Meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bernutrisi.

- Menghindari kontak langsung dengan penderita TBC.

- Untuk penderita TBC jangan meludah, batuk atau bersih disembarang tempat agar tidak menularkan kepada orang lain.

- Usahakan agar kamar kita atau penderita TBC terkena sinar matahari langsung, karena sinar matahari akan membunuh bakteri-bakteri TBC yang tersebar.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News!

Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :

https://bacaanasik.cc/

https://www.jerami.info/

https://www.beritamandiri.co/

https://wisataku.blog/

https://sakitpunggung.org/

https://www.badlegaindia.org/

https://infogadget.club/

https://diujunglangit.com/

https://www.beritaboladunia.net/

https://sboplaza.com/

https://www.wibawanews.net/

https://www.sahamgoodwin.com/

https://www.bitwinshop.com/

https://artlinearsitek.com/

https://ingapak.com/

https://pengobatan.tips/

https://usaha2018.com/

https://adeide.com/

https://daraprayoga.com/

https://idwebshare.net/

https://aribicara.com/

https://buletinunik.com/

https://lingkupberita.com/

https://tempatketawa.com/

https://passionmagz.com/

https://motzter.com/

https://www.museswonderland.com/

https://www.fandyhutari.com/

https://gambardp.com/

https://sbc-superbiocollagen.com/

https://artisip.net/

https://www.lyricstunes.net/

https://gotocirebon.com/

https://bayugawtama.com/

https://www.enterberita.com/

https://viclindsay.com/

https://wazobians.com/

https://tokojeremy.com/

https://qncobatmaag.com/

https://obatmataminusgw.com/