Penyakit Lupus merupakan salah satu bentuk penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel, jaringan serta organ sehat tubuhnya sendiri dan hal tersebut terjadi secara terus menerus hingga pada akhirnya menimbulkan peradangan kronis.
Jenis Penyakit Lupus
- Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)
Lupus jenis ini merupakan jenis umum yang paling dikenal masyarakat dengan tingkat gejala yang berbeda-beda, dari yang ringan sampai kronis. Gejala tersebut pun bisa datang tiba-tiba, berkembang perlahan, serta bertahan lama atau sementara, namun akhirnya kambuh kembali.
Gejala ringan SLE biasanya penderita akan merasakan nyeri serta lelah berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini menyebabkan penderita SLE dapat merasa tertekan, cemas, depresi, walau dengan gejala yang masuk kategori ringan.
- Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)
Lupus jenis ini dikenal hanya menyerang bagian kulit saja, namun rupanya ia juga bisa menyerang jaringan dan organ tubuh lainnya. Gejala yang ditimbulkan umumnya seperti ruam merah pada kulit yang akan menebal kemudian berubah jadi bekas luka, ruam merah serta bulat bersisik, rambut rontok, bahkan sampai pitak permanen. DLE ini biasanya bisa dikontrol dengan cara menghindari paparan sinar matahari langsung serta obat-obatan.
- Lupus akibat penggunaan obat
Salah satu efek samping pada obat-obatan tertentu yang dikonsumsi mirip dengan gejala lupus seperti ruam pada kulit. Ada sekitar 100 jenis obat yang memiliki efek samping seperti itu. Gejalanya tersebut bisa hilang ketika anda sudah tak mengonsumsi obat-obatan tertentu. Namun, setelah itu, jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter agar kondisi tubuh bisa dipastikan baik atau masih membutuhken perawatan.
Gejala yang bervariasi tersebut sering kali mirip dengan penyakit lain, maka akan sulit untuk seseorang mengenali tanda atau gejala yang sedang mereka alami. Tetapi demikian tanda atau gejala penyakit lupus yang khas yaitu ruam di wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu atau disebut juga malar rash.
Adapun penjabaran gejala lupus:
- Sariawan yang terus muncul.
- Demam tinggi (38ºC atau lebih).
- Tekanan darah tinggi.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Sakit kepala.
- Rambut rontok.
- Mata kering.
- Sakit dada.
- Hilang ingatan.
- Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.
- Tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki
- Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).
Apakah Penyakit Lupus Bisa Sembuh Total?
Penyakit lupus bisa disebabkan dari dua hal, yaitu hal fisik dan non fisik. Hal fisik adalah faktor-faktor yang secara langsung berbentuk fisik, seperti terkena paparan sinar matahari, terinveksi virus, asap rokok, cat rambut, pengawet makanan, dan konsumsi obat-obatan seperti anti-tbc, antiayan dan sebagainya.
Sedangkan hal non fisik disebabkan karena adanya tekanan dalam tubuh seseorang, seperti stress yang berlebihan, kemarahan, kesedihan dan sebagainya. Apabila dibiarkan berlarut-larut, berbagai faktor tadi bisa mengaktifkan gen yang mampu memproduksi zat anti. Penularan lupus tidak bisa terjadi namun memiliki dampak yang berbeda tergantung pada bagian mana penyakit tersebut menyerang.
Pengobatan lupus harus segera dilakukan untuk mencegah munculnya gejala yang lebih berbahaya. Sampai saat ini, mengusahakan pasien untuk sembuh total dari penyakit lupus maupun penularan lupus masih merupakan hal yang sulit.
Sampai saat ini, pengobatan yang ada hanya dikhususkan untuk membatasi perluasan penyakit ini agar tidak merusak organ lain pada tubuh. Selain itu, pengobatan juga digunakan untuk meredam gejala dari lupus.
Penyembuhan penyakit ini perlu memperhatikan berbagai faktor pada pasien, seperti tipe penyakit yang dihadapi, parah tidaknya penyakit, organ mana saja yang terserang serta adanya komplikasi yang mungkin timbul.
Ada dua kategori pengobatan yang dilakukan untuk mengobati penularan lupus. Yang pertama adalah kortikosteroid. Pada kategori ini, pengobatan dilakukan dengan tujuan mengatur kembali sistem kekebalan pada tubuh serta mencegah peradangan.
Jenis obat yang diberikan adala salep, pil, krem serta cairan. Bagi penderita yang penyakit lupusnya tidak terlalu berat, bisa mengkonsumsi obat dengan dosis yang rendah. Sementara bagi yang jenis penyakitnya sudah berat, perlu mengkonsumsi obat baik tablet maupun suntikan dengan dosis yang lebih tinggi.
Dosis tinggi terus diberikan hingga penyakit tersebut tidak terlalu berbahaya. Setelah tingkatnya rendah, maka dosisnya bisa diganti dengan yang lebih rendah pula untuk menghindari adanya kambuh. Jenis pengobatan lainnya adalah non-kortikosteroid.
Jenis obat ini diberikan apabila si penderita mengalami gejala nyeri dan bengkak di bagian sendi dan otot. Dengan dilakukan pengobatan secara rutin, diharapkan bisa memperkecil resiko penularan lupus.
Herbal untuk Penderita lupus:
- Sayuran mentah
Akan mempromosikan sebuah badan alkali, mengurangi peradangan, dan meningkatkan pencernaan. Kemudian bahan-bahan dapur seperti Bawang putih, bawang, asparagus – Sertakan makanan ini sulfur tinggi untuk membantu memperbaiki kerusakan pada sendi.
- Teh Hijau
Tumbuhan yang dapat mengatasi lupus karena mengandung polyphenol yang dapat menghilangkan bercak merah pada penderita lupus
- Daun Cocor Bebek
Selain untuk tanaman hiasa, daun ini juga dapat di manfaastkan sebagai obat penderita penyakit kulit lupus.
Mencegah Sakit Lupus
Untuk mencegah sakit lupus bertambah parah, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah :
- Perbanyak istirahat untuk mengurangi stress.
- Hindari paparan sinar matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian yang tertutup.
- Olahraga teratur untuk mencegah tubuh cepat lelah dan menghilangkan kekakuan pada sendi.
- Berhenti merokok.
- Merawat diri dengan baik, dapat membantu penderita lupus, agar tetap beraktivitas sehari-hari dengan baik



